Empat Menteri Sepakati Pembatasan Gawai pada Anak

Dhika Kusuma Winata
31/8/2018 18:25
Empat Menteri Sepakati Pembatasan Gawai pada Anak
(MI/PIUS ERLANGGA)

EMPAT kementerian mengeluarkan pernyataan bersama tentang pembatasan penggunaan gawai di satuan pendidikan. Komitmen itu disampaikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, serta Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Menteri PPPA Yohana Yembise menyatakan, penetrasi penggunaan gawai maupun perangkat digital lainnya yang tinggi di kalangan anak saat ini minim pengawasan. Akibatnya, penggunaan gawai cenderung ke arah negatif dan membahayakan bagi anak.

"Saya mengimbau agar masyarakat khususnya orang tua dan anak serta semua satuan pendidikan, baik sekolah umum maupun madrasah, dapat membatasi penggunaan gawai. Gawai digunakan hanya untuk mengunduh mata pelajaran tertentu saja. Ini untuk mencegah anak-anak kita mendapatkan infomasi yang tidak layak, seperti pornografi, radikalisme, kekerasan, hoaks, SARA dan lainnya," kata Yohana dalam pernyataan bersama di Kantor Kementerian PPPA, Jakarta, Jumat (31/8).

Penyampaian komitmen juga dihadiri Menkominfo Rudiantara, Mendikbud yang diwakili Staf Ahli Menteri Chatarina Muliana, dan Menag yang diwakili Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag Abd Rahman Mas'ud.

Yohana menyampaikan, berdasarkan hasil kajian Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian PPPA pada 2016, sebanyak 70% anak membawa gawai ke sekolah. Sekitar 61% di antaranya menggunakan gawai untuk keperluan chatting dan bermain games, 29% menggunakan untuk mencari informasi terkait mata pelajaran dan hanya 10% yang menggunakannya untuk keperluan komunikasi dengan orang tua atau teman.

Masih menurut kajian yang sama, lanjut Yohana, durasi penggunaan gawai pada anak juga cukup memprihatinkan. Sebanyak 60% anak menggunakan gawai selama lebih dari 3 jam, 25% anak menggunakan gawai selama 1-2 jam dan hanya 15% anak yang menghabiskan waktu kurang dari 1 jam menggunakan gawai.

"Anak-anak kita harus terhindar dari kecanduan gawai dan efek negatif dari penggunaan gawai. Saya berharap dukungan dari para orang tua dan seluruh satuan pendidikan untuk bersama-sama melindungi anak dari paparan informasi yang tidak layak dan penggunaan gawai yang berlebihan," terangnya. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya