Berkaca dari Kasus Angeline, KPAI Bakal Kampanye Kepedulian Anak

Farah Gita
11/6/2015 00:00
 Berkaca dari Kasus Angeline, KPAI Bakal Kampanye Kepedulian Anak
(ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
MASYARAKAT masih belum terlalu mengerti tindakan apa yang sepatutnya dilakukan jika melihat seorang anak diperlakukan tidak semestinya. Kebanyakan masyarakat menilai apa yang terjadi pada anak di rumah merupakan urusan keluarga masing-masing yang tak etis untuk direcoki.

Kasus Angeline, misalnya. Beberapa orang telah menyadari ada yang salah dengan pengasuhan anak 8 tahun yang akhirnya ditemukan tak bernyawa di belakang rumah orang tua asuhnya itu. Kejanggalan demi kejanggalan luput dari mata masyarakat sekitar.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia menyesalkan kondisi ini. Untuk itu, KPAI akan melakukan sosialisasi soal kepedulian masyarakat baik terhadap kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) maupun kasus pengabaian terhadap anak.

"KPAI akan melakukan kampanye membangun kepedulian masyarakat, jika terjadi apa-apa dengan anak di lingkungannya, komunitas berkewajiban mengedukasi kelurga tersebut," kata Komisioner KPAI bidang Pengasuhan Rita Pranawati, Kamis (11/6).

Masyarakat tak perlu takut karena pelakunya akan dijerat hukuman jika melakukan hal buruk terhadap anak berulang-ulang. "Tiga kali tak berhasil (diedukasi), pidana!" tegas Rita.

Untuk kasus Angeline, misalnya, siapapun yang menangkap kejanggalan, baik di sekolah maupun lingkungan tempat tinggal, ada baiknya cepat menanganinya. Sebab, berdasarkan kesaksian guru, Angeline memang kerap kali terlihat seperti tak diurus.

Kisah buruk terhadap Angeline bisa saja tak terjadi seandainya masyarakat memiliki kesadaran yang tinggi terhadap perlindungan anak. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya