LEMBAGA Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menggelar diseminasi iptek dan pembinaan di Purbalingga mulai Rabu hingga kemarin (10-11/6). Selain itu, LIPI juga menjalin kerja sama dengan penandatanganan LIPI dengan Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto.
Lingkup kerja samanya adalah penelitian dan pemanfaatan sumberdaya alam, pengembangan SDM, pengkajian dan penerapan teknologi dan wilayah terpadu serta penelitian dan kajian sosial ekonomi.
"Diseminasi teknologi terapan ke masyarakat luas dapat membantu meningkatkan kapasitas masyarakat untuk memproduksi produk barang dan jasa yang dibutuhkan pasar. Seperti pangan, energi alternatif, maritim, serta produk UMKM," kata Wakil Kepala LIPI Akmadi Abbas, Kamis (11/6).
Menurutnya, diseminasi menjadi media alih teknologi agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, kalangan industri dan pemerintah.
"Apalagi, hingga tahun 2015, LIPI merupakan lembaga pemerintah nonkementerian yang memiliki hak kekayaan intelektual tertinggi dengan jumlah sebanyak 360 paten," ujarnya.
Selain menggelar diseminasi, tambah Kepala Biro Kerja Sama Hukum dan Humas LIPI Nur Tri Aries, pihaknya juga mengadakan kegiatan pembinaan ilmiah untuk guru dan siswa.
"Kegiatan ini telah dilakukan sejak tahun 1969 guna memperkenalkan dan menumbuhan minat meneliti terutama di kalangan remaja, akademisi, pembuat kebijakan dan masyarakat ilmiah," katanya.
Pembinaan ilmiah yang berlangsung di Purbalingga tersebut melibatkan 100 siswa dan 80 guru. Langkah ini untuk meningkatkan mutu kehidupan anak bangsa melalui penelitian-penelitian yang ada. (Q-1)