BANGSA Indonesia memiliki tantangan untuk melahirkan calon pemimpin generasi baru yang mampu menjadikan Indonesia lebih hebat. Karena itu generasi muda kelak tidak hanya pandai dalam lingkup akademis, tapi juga bisa menjadi pemimpin yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ''Dalam konteks saat ini dan ke depan, ada tantangan bagi kita termasuk perguruan tinggi untuk melahirkan pemimpin dengan model seperti itu,'' kata doktor lulusan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Dr Wiranto, SH, MM yang didaulat memberi orasi ilmiah dalam sidang senat terbuka sebagai rangkaian Dies Natalis ke-51 UNJ, di Jakarta, Rabu (10/6). Ketua Umum Partai Hanura itu menyampaikan ide untuk melahirkan para pemimpin seperti itu yakni dengan konsep STMJ, mengambil istilah dari salah satu minuman tradisional Indonesia yakni, Susu, Telor, Madu, dan Jahe. Dalam arti kata pertama, Susu, bermakna seorang ibu yang memiliki kesadaran memberikan susu pada anaknya. ''Dalam konsep pemimpin, pemimpin harus memiliki kesadaran tinggi bahwa ia dipilih jadi pemimpin karena amat dibutuhkan rakyat,'' ujar Wiranto. Kemudian kata Telor ialah sumber protein hewani yang memberi kekuatan. Telor juga sebuah embrio yang bisa berkembang menjadi lengkap untuk menjalani kehidupannya. Ia tahu tugas yang secara mandiri menumbuhkan embrio menjadi makhluk utuh. ''Dalam konsep pemimpin, T (telor) artinya tahu tugas dan wewenangnya, dan tahu masalah yang dihadapi serta cara mengatasinya.'' Selanjutnya, Madu merupakan hasil karya bersama yang dapat dilakukan lebah karena mampu dan memiliki kemauan sangat kuat untuk memproduksi madu dari putik-putik bunga yang dihisap. ''Madu dalam model kepemimpinan yakni, mau dan mampu memberikan contoh dengan perbuatannya.'' Terakhir J yakni jahe merupakan bahan unik yang menjamin bisa menetralisasi rasa amis pada susu dan telor mentah dalam minuman. ''Dalam konsep kepemimpinan itu, pemimpin harus menjamin dirinya dapat menetralisasi berbagai nafsu dan tawaran negatif yang bisa menodai amanat rakyat,'' sambungnya. Dia optimistis kalau generasi baru Indonesia punya model kepemimpinan STMJ, bangsa Indonesia bisa lebih hebat dan menjadi salah satu bangsa yang disegani. ''Seperti minuman tradisional STMJ, apabila kita minum bisa tampil percaya diri,'' pungkas Wiranto. Pada kesempatan sama, Rektor UNJ Prof Djaali menyampaikan pentingnya bagi para dosen dan mahasiswa untuk bisa bersaing dengan perguruan tinggi dari luar negeri melalui penelitian dan publikasi ilmiah. ''Dengan penggabungan Kemenristek dan Dikti yang tadinya ada di bawah wewenang Kemendikbud harus dijadikan kesempatan bagi kampus untuk bisa meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah mereka, sehingga bisa jadi perguruan tinggi yang unggul di kawasan ASEAN,'' ujar Djaali. (H-2)