ORGANISASI keagamaan Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama (NU) sepakat pelaksanaan sidang isbat penetapan awal puasa Ramadan dan lebaran bulan Syawal digelar secara tertutup. Hal tersebut ditegaskan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yunahar Ilyas dan Rois Syuriah PBNU KH Masdar F Masudi saat dihubungi Media Indonesia secara terpisah di Jakarta, kemarin. ''Kami setuju, sidang isbat digelar tertutup sebab sudah dua kali juga berlangsung tertutup. Tidak ada yang perlu ditonton dari sidang isbat itu. Cukup hasilnya saja disampaikan Menteri Agama kepada masyarakat melalui media massa,'' kata Yunahar. Ia menyatakan Muhammadiyah akan hadir pada sidang isbat itu. ''Insya Allah, Muhammadiyah akan hadir,'' kata Yunahar. Hal senada dikemukakan KH Masdar F Masudi. ''Saya setuju sekali isbat tertutup sebab masalah penentuan hari H kapan puasa dimulai dan berakhir, masyarakat tidak perlu diajak menyaksikan bagaimana proses penentuan keputusan itu diambil,'' ujar Masdar. Ia mengumpamakan umumnya masyarakat itu ibarat konsumen makanan atau barang barang kebutuhan lainnya. ''Tentang bagaimana cara prosesnya tidak harus mereka diajak ke dapur dan berdiskusi dengan sang koki,'' cetus Masdar yang juga Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) tersebut. Sebelumnya, Dirjen Bimas Islam Kemenag Machasin membenarkan pihaknya telah bertemu Komisi VIII DPR dan sepakat sidang isbat tertutup. ''Sebenarnya sejak tahun lalu kita sudah melakukan isbat tertutup, baru setelah itu digelar konferensi pers terbuka,'' ujar Machasin. Menurut dia tahun ini diperkirakan awal puasa Ramadan dan awal lebaran Syawal akan bersamaan tetapi semuanya akan tetap diputuskan bersama dalam sidang isbat yang juga melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan ormas Islam. Saat dikonfirmasi, tentang jadwal pelaksanaan sidang isbat, Machasin menyatakan isbat akan digelar pada 16 Juni 2015. ''Insya Allah semua ormas Islam akan kami undang untuk terus meningkatkan silaturahmi dan meneguhkan ukhuwah,'' kata Machasin kepada Media Indonesia, kemarin petang. (H-2)