Lusa Lombok Mulai Dibangun

Rudy Polycarpus
30/8/2018 05:45
Lusa Lombok Mulai Dibangun
()

PEMBANGUNAN kembali rumah-rumah yang terkena dampak gempa di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dimulai 1 September mendatang. Pemerintah akan mengirimkan 400 insinyur untuk mendampingi masyarakat dalam membangun sekitar 74 ribu rumah tahan gempa menggantikan rumah yang rusak.

Para insinyur yang akan mendampingi masyatakat terdiri atas para insinyur muda calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2017. "Setelah gempa bumi, saatnya NTB bangkit kembali. Perbaikan rumah yang rusak akan kita mulai pada 1 September 2018. Pemerintah mengirimkan 400 insinyur muda CPNS untuk mendampingi masyarakat membangun sekitar 74 ribu rumah tahan gempa menggantikan rumah yang rusak di Pulau Lombok," cuit Presiden Jokowi pada akun Twitter pribadinya, kemarin.

Seperti juga disampaikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) melalui keterangan tertulis, para insinyur akan diberangkatkan secara bertahap mulai hari ini dengan pesawat Hercules milik TNI.

Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana gempa di NTB sebelumnya telah diatur melalui Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2018 yang ditandatangani pada 23 Agustus lalu. Dengan amanat itu, 19 menteri, kepala lembaga, dan kepala daerah mengemban tugas dalam upaya pemulihan NTB pascagempa.

Kepala Negara menegaskan pemerintah menginginkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berlangsung dan berakhir sesegera mungkin. Khusus perbaikan dan pembangunan infrastruktur terdampak gempa, ia memberikan target waktu enam bulan kepada jajarannya agar selesai.

"Kita inginnya semua secepat-cepatnya. Saya berikan target seperti infrastruktur itu enam bulan bisa diselesaikan. Kemudian pembagian bantuan ke masyarakat secepat-cepatnya terus diberikan sehingga selain memberikan dampak ekonomi hidup kembali, masyarakat juga semangat membangun kembali rumahnya," kata Presiden di Desa Sendangtirto, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kembali ke Lombok

Pembangunan rumah para korban dampak gempa, tegasnya, akan dilakukan dengan menggunakan teknologi rumah instan sederhana sehat (risha) yang telah teruji tahan gempa. Untuk itu, Presiden Joko Widodo berencana datang kembali ke Lombok untuk memulai sekaligus mendampingi rekonstruksi rumah-rumah milik warga.

Setiap rumah yang rusak akan memperoleh bantuan rehabilitasi senilai Rp50 juta dari pemerintah. Menurut Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan seusai rapat koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan Bank Indonesia di Yogyakarta, pemerintah juga akan menyiapkan tim psikologi untuk membantu pemulihan secara psikologi sebab hingga kini masih banyak warga yang trauma sehingga memerlukan pendampingan.

Rencananya, tata ruang di Pulau Lombok akan diubah. Dirjen Penataan Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang Abdul Kamarzuki di Bogor mengatakan perubahan, terutama dilakukan pada permukiman yang berada di daerah patahan atau yang terkena dampak gempa parah.

(Ind/Pra/AU/RF/DY/DD/H-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya