TAHUN 2015 menjadi momen penting bagi dua program kegiatan lomba debat tahunan yang digelar Direktorat Pembinaan SMA Kemendikbud, yaitu Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) dan NSDC National Schools Debating Championship (NSCD).
Untuk pertama kalinya penyelenggaraan LDBI dan NSDC diselenggarakan bersamaan di Kota Ambon, Maluku, pada 7–13 Juni 2015, diikuti 200 peserta dari seluruh provinsi.
Maluku sebagai tuan rumah sudah berbenah sebaik mungkin agar pelaksanaan kegiatan ini bisa berjalan lancar. Dukungan pemerintah daerah, dinas, masyarakat, dan pihak-pihak terkait menjadi indikasi Maluku siap menjadi tuan rumah yang baik bagi kegiatan LDBI dan NSDC.
Direktur Pembinaan SMA Kemendikbud Haris Iskandar mengatakan sebagaimana tujuan awalnya, ajang debat ini diharapkan menjadi wahana dan sarana peserta didik memperluas wawasan, melatih para generasi penerus ini agar terbiasa berpikir kreatif dan analitis, mampu bersaing secara kompetitif, berkomunikasi secara efektif, dan menyampaikan argumentasi di depan publik dengan baik dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Melalui kemampuan debat yang baik, para siswa bisa menyampaikan aspirasi, pemikiran, dan ide-ide mereka sehingga bisa dicerna dan diterima masyarakat luas.
"Debat juga melatih siswa untuk memiliki sikap toleransi yang tinggi dan menghargai perbedaan pendapat," ungkap Haris Iskandar melalui rilisnya kepada pers, Selasa (9/6).
Haris menyatakn lomba debat seperti ini sangat penting bagi pembetukan karakter para siswa. LDBI dan NSDC merupakan salah satu bentuk fasilitas yang disediakan direktorat kepada para siswa bertalenta, khususnya debat. Bahkan, jenis aktivitasnya perlu lebih dikembangkan lagi.
"Lebih dari sekadar mencari juara, kegiatan positif seperti LDBI dan NSDC bisa menjadi salah satu penawar untuk solusi kenakalan siswa, seperti, tawuran, narkoba, dan kenakalan lainnya," tegasnya.
Gubernur Maluku Said Assagaff menyambut baik pelaksanaan lomba debat tingkat nasional itu.
“Saya menyambut semua peserta. Selain untuk berkompetisi juga untuk merasakan keamanan, kenyamanan, dan keramahan kota Ambon. Silakan menikmati keindahan alam Ambon,†kata Assagaff dalam sambutannya saat membuka lomba tersebut.
Lebih lanjut Assagaff mengatakan dirinya melihat ada hal penting yang bisa dilahirkan lewat ajang LDBI dan NSDC. Saat ini masih banyak masyarakat yang tak memiliki kemampuan berkomunikasi. Lewat ajang ini para siswa diajak untuk berkomunikasi secara efektif, serta berpikir logis untuk memecahkan masalah.
Haris menambahkan khusus NSDC, pedebat terbaik yang terpilih di tingkat nasional tahun 2015 ini akan dipersiapkan untuk mewakili Tim Debat Indonesia ke ajang World Schools Debating Championship (WSDC) 2016 yang akan berlangsung di Stuttgart, Jerman.
Minat siswa dalam ajang debat ini pun semakin meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan minat ini juga diikuti dengan semakin baiknya sistem seleksi yang dilaksanakan di masing-masing daerah. “Debat di tiap daerah sudah ada proses seleksinya mulai dari sekolah sampai ke tingkat provinsi, sehingga mereka yang terpilih ke sini adalah terbaik dari yang terbaik," tambah Suharlan, Kasubdit Kelembagaan dan Peserta Didik,Direktorat Pembinaan SMA Kemendikbud. (Q-1)