Jelang Puncak Kemarau, Antisipasi Karhutla Digencarkan

Dhika Kusuma Winata
29/8/2018 17:31
Jelang Puncak Kemarau, Antisipasi Karhutla Digencarkan
(MI/Rudi Kurniawansyah )

WILAYAH Kalimantan diperkirakan bakal memasuki puncak kemarau pada September-Oktober mendatang. Antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) digencarkan karena El Nino juga diperkirakan bakal terjadi.

Mengutip data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Raffles Panjaitan mengatakan fenomena El Nino akan mencapai puncaknya pada September. Diperkirakan, seluruh wilayah Kalimantan, khususnya Kalimantan Tengah sudah memasuki musim kemarau yang akan berakhir hingga minggu ketiga Oktober.

"Sampai dengan saat ini satgas karhutla terus melakukan pemadaman udara dengan menggunakan lima helikopter pengebom air dari udara yang ditempatkan di Bandara Iskandar Pangkalan Bun dan di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya," ujar Raffles, Rabu (29/8).

Kelima helikopter tersebut meliputi Heli Bell 412 PKTWV, Heli Mi 8MTV UPM1815, Heli Mi 8MTV UPMi862, Heli RA 31034 Kamov 32C, dan Heli RA 31009 Kamov 32T. Pihaknya terus melakukan patroli terpadu yang tersebar di 4 Daops Manggala Agni meliputi Daops Palangkaraya 15 posko desa, Daops Kapuas 10 posko desa, Daops Muara Teweh 10 posko desa, dan Daops Pangkalan Bun 10 posko desa.

"Patroli terpadu ini dilaksanakan dengan melibatkan personil Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD dan Masyarakat Peduli Api (MPA)," tandasnya.

Berdasarkan data satelit TERRA AQUA dengan confidence level 80%, per Selasa (28/8), tercatat 46 titik panas dengan sebaran terbanyak di Kalbar sebanyak 20 titik, diikuti provinsi lainnya seperti Aceh, Kalteng, Kalsel, Kaltim, Kaltara, NTT, Jateng, dan Jatim.

Sementara itu, Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim KLHK Ruandha Agung Sugardiman menyampaikan sinergi para pihak terus diperkuat untuk mengendalikan karhutla yang masih terjadi hingga saat ini. Sinergi harus terus diperkuat untuk menghadapi El Nino yang berdasarkan prediksi BMKG akan terjadi di awal bulan September hingga Oktober nanti.

"Tantangan kita menghadapi potensi karhutla tidaklah mudah. Sinergi dan koordinasi terus dilakukan untuk mengantisipasi karhutla. Tidak hanya antar instansi pemerintah, KLHK juga berkoordinasi dan mengajak pihak korporasi dan untuk bersama-sama mencegah dan mengatasi karhutla yang terjadi ini," ujar Ruandha. (OL-7)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya