Indonesia Kekurangan Dokter Jiwa

Putri Anisa Yuliani
29/8/2018 16:50
Indonesia Kekurangan Dokter Jiwa
(Ilustrasi)

MINIMNYA jumlah dokter kejiwaan di Indonesia membuat penanganan masalah kesehatan mental menemui tantangan.

Kepala Divisi Edukasi dan Training Asosiasi Psikiatri Indonesia DKI Jakarta Eva Suryani mengatakan dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan Indonesia hanya memiliki 773 dokter jiwa atau psikiater dan 250 orang di antaranya terdapat di Pulau Jawa.

"Indonesia masih minim jumlah dokter jiwa. Ini juga jadi tantangan berbagai pihak untuk memberikan penanganan kepada masyarakat yang memiliki masalah gangguan kesehatan mental," kata Eva dalam diskusi bertema Kenali Kesehatan mental Sejak Awal di Jakarta, Rabu (29/8).

Dengan jumlah 773 dokter jiwa untuk lebih dari 250 juta jiwa penduduk di Indonesia artinya satu orang dokter jiwa menangani 323ribu penduduk.

Sementara itu, menurut WHO idealnya satu orang psikiatris menangani 30 ribu penduduk.

Dengan jumlah tersebut serta ditambah kasus gangguan jiwa yang terus meningkat setiap tahun membuat pemerintah tidak mampu menangani.

Untuk itu, Eva pun menyarankan setiap orang mampu melakukan deteksi dini terhadap gangguan mental.

Setiap individu menurutnya harus mengenali kekurangan dan kelebihan diri. Selain itu, diharapkan setiap individu dapat membangun hubungan sosial yang baik sehingga memiliki lingkaran positif yang mampu mencegah diri terkena gangguan kesehatan mental.

"Aktif berperan dalam masyarakat serta memiliki lingkaran sosial yang baik. Dengan demikian orang tidak mudah stres, jikapun stres ada teman dan keluarga yang bisa menjadi pengingat. Jangan sungkan untuk bercerita perihal masalah yang menimpa diri dan turunkan harapan jika dirasa terlalu tinggi. Karena tingginya harapan yang tidak tercapai akan bisa menimbulkan depresi," ungkapnya.(OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya