Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
QLUE menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dalam bekerja sama memerangi penyebaran konten negatif di dunia maya dengan meluncurkan papan istrumen (dashboard) aduan konten di Jakarta, Senin (27/8).
Dengan diluncurkannya dashboard Qlue dan aduan konten itu diharapkan Kemenkominfo dapat menganalisis lebih dalam mengenai penyebaran konten negatif yang memecah-belah bangsa.
Peluncuran kerja sama dan penandatanganan nota kesepahaman dihadiri oleh Chief Executive Officer Qlue Raditya Maulana Rusdi dan Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo Semuel Abrijani Pangerapan.
Chief Executive Officer Qlue Raditya Maulana Rusdi mengatakan, dashboard Qlue yang telah sukses di Jakarta, Manado, dan kota-kota lainnya membuat tim Qlue termotivasi mengembangkan dashboard untuk Kemenkominfo.
"Nantinya, dashboard ini dapat melihat tren konten negatif yang banyak beredar seperti intoleransi, berita palsu dan provokasi. Ide dari pembuatan dashboard ini sendiri diperkuat oleh tukar pikiran antara Qlue dengan komunitas-komunitas di pelosok Tanah Air. Ternyata, isu konten negatif ini cukup banyak ditemukan di daerah dan masyarakat pun sesungguhnya resah karena merusak persaudaraan mereka dengan kerabat terdekat," kata Raditya di Jakarta, Senin.
Data Kemenkominfo menyebutkan ada sekitar 800.000 lamn di Indonesia yang terindikasi sebagai penyebar informasi palsu. Angka ini menunjukkan telah banyak oknum yang menyalahgunakan internet untuk keuntungan pribadi dan kelompoknya dengan cara menyebarkan konten-konten negatif yang menimbulkan keresahan di masyarakat.
Sementara Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo Semuel Abrijani mengatakan, pihaknya sedang menggarap Peraturan Menteri berdasarkan studi banding ke Malaysia dan Jerman terkait hoaks (berita palsu) dan ujaran kebencian.
"Jadi Permen tentang pengendalian konten. Di dalamnya ada fake news. Yang ilegal bukan hanya fake news, tapi banyak, saya tidak lagi sebut hoaks," ujar Semuel.
Dengan tidak menampik bahwa teknologi telah menghubungkan masyarakat Indonesia dari Sabang hingga Merauke, Qlue dan tim aduan konten dari Kemenenkominfo menyediakan dashboard yang dapat memudahkan Kemenkominfo untuk mengintegrasikan data yang didapat dari laporan masyarakat baik melalui aplikasi Qlue maupun laman aduan konten Kemenkominfo.
"Kemenkominfo bersama Qlue berkomitmen mencegah penyebaran konten negatif dan menanggulangi dampak dari konten negatif seperti isu provokasi, intoleransi, hoaks dan ujaran kebencian," kata Semuel.
Qlue merupakan pionir teknologi smart city di Indonesia yang mempermudah komunikasi antara pemerintah dan warga sekaligus mengorganisasi partisipasi publik dalam manajemen kota. (RO/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved