Gubernur Bali akan Buka Pameran Karya Maestro Budiana

Syarief Oebaidillah
28/8/2018 21:15
Gubernur Bali akan Buka Pameran Karya Maestro Budiana
(Ist)

GUNA menjaga eksistensi karya seniman Bali, kolektor seni Daniel Jusuf menggagas gelar pameran lukisan bertajuk 'Dwitunggal Painting Exhibition' dengan dua seniman Bali terkemuka, I Ketut Budiana dan Ida Bagus Putu Sena.

Dua pameran solo tersebut rencananya dihelat di Museum Puri Lukisan, milik Yayasan Ratna Wartha Ubud. Dijadwalkan perhelatan pembukaan acara tersebut akan dibuka Gubernur dan Wakil Gubernur Bali pada 6 September 2018 di Ubud, Bali.

Daniel mengutarakan rencananya pameran solo I Ketut Budiana akan diresmikan Gubernur Bali terpilih I Wayan Koster.

Sementara pameran solo Ida Bagus Putu Sena dibuka Wakil Gubernur Bali terpilih Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati. Pameran ini direncanakan terbuka untuk umum hingga awal Oktober mendatang.

"Mengangkat karya seniman Bali merupakan kemestian sebab mereka memiliki ciri khas.

Kekuatan mereka pada spiritualitas dan budaya yang sangat kental. Ditambah teknik lukis yang masih tradisional.

Kedua pelukis terkemuka ini menggunakan teknik lukis tradisional Bali namun tentang ide lukisan mereka berbeda," ungkap Daniel di Jakarta, dalam keterangannya, Selasa (28/8).

Daniel menegaskan seniman Budiana merupakan maestro lukisan Bali. Menurut dia, lukisan Budiana berkarakter amat kuat dengan aura mistis dan karismatik. Karyanya dituangkan dalam bentuk yang tidak biasa serta sarat makna. Sosok Budiana dikenal sebagai figur yang kental dengan pengalaman batin, spiritual, agama, dan budaya, mulai dari perjalanan hidupnya sebagai maestro.

Daniel menilai karya-karya mereka mengandung nilai seni tinggi sesungguhnya, sebab ditempuh melalui perenungan atau kontemplasi yang dibalut budaya dan spiritualitas.

I Ketut Budiana mengaku bersyukur dan memberi apresiasi atas kesempatan berpameran yang digagas seorang kolektor seni yang memiliki kecintaan tinggi pada hasil karyanya.

Menurut Budiana, lukisan yang akan dipamerkan merupakan masterpiece. Tiga lukisan berukuran besar yang saling berkesinambungan. Pelukis yang karya-karyanya dikoleksi berbagai museum di berbagai negara ini mengutarakan diantara karyanya yakni Kekuatan Ibu, yang sempat dia lukis juga menjadi salah satu dari 100 karya terbaik di Museum Fukuoka, Jepang.

Lukisan yang akan dipamerkan nanti memiliki benang merah diantara ketiganya yang saling berkesinambungan.

Budiana menuturkan, sejatinya setiap makhluk hidup telah memiliki takdirnya masing-masing. Pengalaman hidup seseorang bisa berbeda tetapi perjalanan hidup itu sama.

"Jadi hal ini merupakan bentuk perenungan batin dan kontemplasi saya pada kehidupan.

Dari lahir kemudian hidup selanjutnya menghadapi kematian. Inilah siklus kehidupan manusia yang tak terelakkan," tandasnya.

Adapun, seniman Ida Bagus Putu Sena merupakan cucu dari generasi pertama pelukis Bali yang mendunia, Ida Bagus Kembeng. Kakeknya merupakan artis asal Bali pertama yang menerima medali perak dalam Universale Exposition pada 1937.

Dia juga merupakan keponakan dari seniman Bali terkenal Ida Bagus Made Poleng. Kendati begitu, darah seni yang mengalir tidak identik dalam hasil karya mereka yang dituangkan.

Sena dinilai memiliki gaya melukis yang berbeda dengan keluarganya tersebut.

Untuk kesempurnaan hasil karyanya dalam membuat satu lukisan, terkadang Sena memerlukan waktu minimal enam bulan bahkan tiga tahun. Menurut Daniel, hal ini dimungkinkan karena Sena seorang seniman yang mendetail dalam menuangkan ide di atas kanvas."Jadi setiap guratan lukisannya amat spesial. Dalam teknik lukis tradisional Bali, lukisannya unik, hiperdetail, dan goresannya pun ekspresif," ungkap Daniel.

Sang maestro Budiana sebagai sesama seniman pun mengapresiasi karya Sena. Dia menilai Sena mempunyai keunikan dan kepandaian dalam mengangkat tokoh-tokoh perwayangan yang disambung dengan nuansa kekinian. (OL-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya