Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AJANG pesta olahraga terbesar Asia, Asian Games 2018, yang berlangsung sejak 18 Agustus akan segera berakhir pada 2 September mendatang. Namun, semangat dan euforia yang ditunjukkan para atlet maupun penonton seakan tak ada habisnya.
#Semangatuntukmaju, seperti itu yang harus terus dijaga agar Indonesia dapat mempertahankan keinginan untuk meraih gelar juara. Sejauh ini, kontingen Merah Putih telah mengantongi sejumlah medali dari beberapa cabang olahraga dan berada di posisi 4.
Sebut saja, tiga medali emas pertama yang disumbangkan para srikandi Tanah Air Indonesia. Di taekwondo, Defi a Rosmaniar berhasil mengalahkan Marjan Salahshouri, atlet asal Iran, dengan perolehan angka 8.690 pada Minggu (19/8). Lindswell Kwok kembali mengukuhkan gelar juara dengan meraih emas di cabang wushu nomor taijijian allround.
Tiara Andini Prastika dari cabang balap sepeda gunung juga tak kalah memukau saat beraksi mempertontonkan kepiawaiannya di area lintasan. Ia sukses menyabet medali emas dengan catatan waktu 2 menit 33,056 detik unggul +9.598 detik dari Vivapee Deekaballes.
Selain Tiara, di balap sepeda gunung nomor downhill putra, Khoiful Mukhib, menorehkan catatan waktu tercepat, yaitu 2 menit 16,687 detik. Tak pelak, pencapaian tersebut menjadikannya juara dengan meraih medali emas. Di hari berikutnya, Eko Yuli Irawan merebut medali emas di cabang angkat besi nomor pertandingan 62 kilogram dalam pertandingan yang di gelar di JI Expo. Ia tampil dengan angkatan total sebesar 311 kilogram unggul 12 kilogram dari peringkat kedua, Van Vinh Trinh asal Vietnam. Satu emas diperoleh lagi dari tim paralayang beregu putra pada nomor ketepatan mendarat pada Rabu (22/8). Secara keseluruhan, hingga memasuki hari Selasa (28/8) pelaksanaan Asian Games 2018, tepat pukul 16.00 WIB, total perolehan medali untuk Indonesia tercatat sudah mencapai 70 medali. Rinciannya, 24 medali emas, 18 medali perak, dan 28 medali perunggu.
Tidak berhenti sampai di situ. Perjuangan para atlet kebanggaan Indonesia yang lain masih terus berlangsung. Selain usaha maksimal, stamina prima juga dibutuhkan untuk memberikan hasil terbaik bagi bangsa dan negara tercinta. Menurut dr Dewi Ema Anindia, stamina merupakan kekuatan dan energi yang dibutuhkan untuk menjaga kondisi tubuh saat melakukan kegiatan. Sering kali, stamina juga dikaitkan dengan aktivitas olahraga.
“Tetapi pada dasarnya, stamina juga diartikan sebagai kemampuan mental yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan atau melalui situasi yang sulit,” ucapnya yang dikutip melalui klikdokter.com. Hal itu seperti dialami para atlet yang bertanding untuk mengharumkan nama bangsa di ajang bergengsi Asian Games. Alihalih menjadi suatu kebanggaan, kepercayaan tersebut justru dapat dianggap sebagai beban, terutama jika kondisi fisik dan stamina atlet kurang baik.
Stamina prima yang dimiliki seseorang bukan mustahil akan menurun, imbuh dr Nadia Oktavia, bila terus diganjar aktivitas padat dan melelahkan. Seorang atlet sangat berpotensi mudah lelah karena harus mengikuti babak demi babak pertandingan.
“Salah satu kunci utama agar tubuh tetap berenergi dan berstamina, yaitu menjalani pola makan bergizi seimbang. Contohnya, konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan serat,” ungkapnya. Di samping itu, baik para atlet maupun penonton yang sangat antusias mengikuti setiap rangkaian penyelenggaraan Asian Games, sebaiknya tidak mengorbankan waktu tidur. Soalnya, tubuh memerlukan
istirahat cukup agar stamina tetap terjaga.
Selain menjaga keseimbangan hormonal, tidur cukup selama tujuh sampai delapan jam per hari juga mempertahankan sistem imunitas tubuh serta memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak akibat lelah beraktivitas. “Intinya, memiliki tubuh dengan stamina yang baik dapat dimulai dari diri sendiri. Bila perlu, konsumsi multivitamin yang mengandung nano ginseng untuk menambah stamina saat menjalani aktivitas,” pungkasnya.
Suplemen energi
Akan tetapi, sebelum mengonsumsi multivitamin, dr Dyah Novita Anggraini menekankan bahwa energi yang dibutuhkan tiap orang berbeda beda. Sebagai contoh, kebutuhan energi atlet lari menjelang pertandingan berbeda dengan yang dibutuhkan orang biasa.
“Setiap suplemen energi memiliki fungsi masing-masing tergantung dari bahan-bahan yang terkandung di dalamnya,” tukas dr Dyah. Salah satu multivitamin yang baik dikonsumsi ialah Fatigon Spirit. Produk dari Kalbe tersebut mengandung nano ginseng yang menurut hasil pengujian in vivo dan in vitro dapat bekerja lebih cepat, terutama dalam memelihara stamina dan menjaga kesehatan.
Kandungan L-Carnitine dan BCAA di dalamnya juga membantu membakar lemak menjadi energi dan membantu pembentukan otot. Fatigon Spirit sangat cocok dikonsumsi agar stamina senantiasa prima dan berenergi selama berolahraga serta beraktivitas.
Meskipun begitu, suplemen atau multivitamin Fatigon Spirit harus dikonsumsi sesuai aturan, yakni dua sampai tiga kali sehari masing-masing sebanyak satu kapsul. Terlepas dari itu, Fatigon Spirit aman dikonsumsi karena lulus uji dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM). (S4-25)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved