Masih Banyak Guru SD Ngajar Cara Konvensional

Sidik P
04/6/2015 00:00
Masih Banyak Guru SD Ngajar Cara Konvensional
(DOK.UNJ)
KEBANYAKAN guru SD di Indonesia masih mengajarkan bahasa Indonesia secara konvensional. Ini mengkhawatirkan karena bisa berdampak pada pembelajaran yang kurang kreatif.
''Saya banyak keliling melihat pengajaran guru-guru SD. Bisa dikatakan 90% guru-guru SD kita masih mengajarkan bahasa Indonesia dengan cara konvensional,'' ungkap Prof Zulela saat dikukuhkan menjadi guru besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bidang ilmu pengetahuan keterampilan bahasa Indonesia SD, di aula UPT Perpustakaan, UNJ, Jakarta, Kamis (4/6).
Ia menjelaskan, cara konvensional pengajaran bahasa Indonesia seperti siswa diajarkan membaca dengan mengeja yang berulang-ulang. Kalau guru kreatif, bisa mengembangkan kata yang dieja dengan kehidupan sehari-hari.
Menurut dia, sebenarnya kurikulum 2013 yang kini hanya dijalankan di 6.221 sekolah pada semua jenjang, ingin melatih guru kreatif dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa, termasuk pelajaran bahasa Indonesia.
''Namun, fakta di lapangan, guru-guru belum siap, pembekalan kepada mereka masih sepotong-sepotong. Padahal, pendekatan pengajaran yang kreatif serta inovatif sangat penting,'' papar Zulela.
Ia mencontohkan, pelajaran bahasa Indonesia yang bila diajarkan dengan kreatif dan inovatif, dapat menanamkan pendidikan karakter di dalam keluarga, masyarakat, serta apabila berkesinambungan untuk persatuan dan kesatuan bangsa.
Selain Zulela, UNJ pada kesempatan sama, mengukuhkan Prof Mukhneri sebagai guru besar bidang Ilmu Manajemen Pendidikan. Dalam kesempatan itu Mukhneri menyampaikan orasi ilmiah bertema Peran supervisor untuk memperbaiki dan mengembangkan mutu guru.
Sementara itu, Rektor UNJ Prof Djaali menyatakan pengukuhan dua guru besar itu masih dalam rangkaian Dies Natalis ke-51 UNJ yang digelar sejak 18 Mei hingga 16 Juni 2015. Ada juga rangkaian seminar nasional, seni budaya, dan sejumlah pertandingan untuk meramaikan acara tahunan tersebut. ''Kami harap lewat ajang ini, UNJ semakin terus meningkatkan mutu pembelajaran perguruan tinggi ke depan terutama dari mutu para dosen dan kualitas lulusannya,'' tukas Djaali. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya