Edukasi Sarapan Penting bagi Anak

Fetry Wuryasti
03/6/2015 00:00
Edukasi Sarapan Penting bagi Anak
(MI/Aries Munandar )
PENELITIAN Pergizi Pangan Indonesia kepada 16 ribu anak usia 6-12 tahun menunjukkan 7 dari 10 anak usia sekolah tidak memenuhi gizi sarapan. Akibatnya, pertumbuhan anak menjadi tidak sempurna.

Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia Hardinsyah mengatakan dari data kajian yang mereka lakukan di Asia dan Indonesia bahwa mayoritas Anak-anak kekurangan zat gizi mikro berupa zat besi, zinc, kalsium, vitamin D, E, B6, dan B12.

"Kekurangan gizi tersebut menyebabkan anak-anak mengalami gangguan tumbuh, seperti standart tinggi dan berat badan yang tidak tercapai, kurang gizi, hingga anemia," ujarnya pada edukasi masyarakat atas asupan bergizi bersama Energen di Jakarta, Rabu (3/6).

Padahal, lanjut Hardinsyah , mengurangi sarapan sama saja dengan mengurangi 15 % dari jatah gizi seseorang dalam satu hari. Pada dua studi yang mereka lakukan kepada kaum masyarakat menengah atas dan bawah, ditemukan beberapa penyebab kebiasaan sarapan tidak dilakukan.

Pertama, ketidakmampuan, terutama terjadi pada orang dengan ekonomi ke bawah. Mereka cenderung tidak tahu apa yang harus atau apa yang bisa dimakan. Selanjutnya ketidaktahuan, terjadi pada baik orang menengah atas dan bawah kurangnya kesadaran untuk melakukan sarapan yang benar.

"Ketiga, faktor lingkungan yang tidak kondusif untuk menyiapkan sarapan bagi anak, karena orang tua sibuk bekerja. Ini yang selalu terjadi pada sosial ekonomi di perkotaan. Padahal sarapan hanya membutuhkan waktu 15 menit sebagai modal energi beraktvitas. Maka edukasi asupan gizi sarapan harus disampaikan kepada lingkungan anak seperti orang tua dan guru ," tuturnya.

Konsensus para pakar gizi, disampaikan Hardinsyah, bahwa sarapan sehat ditentukan dari jumlah, jenis, mutu makanan, dan juga waktu konsumsi. Dalam sarapan setidaknya unsur karbohidrat, protein dan gizi mikro seperti vitamin dan mineral harus tercukupi untuk mencapai pemenuhan gizi 15 persen.

"Dalam satu piring sarapan, karbohidrat bisa didapat dari nasi atau roti gandum, protein bisa didapat dari telur, sementara gizi mikro berasal dari sayuran. Soal waktu, sarapan penting dilakukan sebelum beraktivitas fisik dan otak, maksimal 1 jam sebelumnya," tukasnya. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya