Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MASIH minimnya fasilitas sekolah-sekolah di Indonesia turut berkontribusi pada kurangnya aktivitas fisik, termasuk kegiatan olahraga, pada murid sekolah dasar (SD). Para guru juga mengaku sulit mengembangkan aktivitas fisik anak di luar jam mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK) serta jam istirahat.
“Berbeda dengan di Jakarta yang rata-rata sekolah memiliki lapangan sendiri, sekolah di daerah lain cenderung minim lapangan. Kalaupun ada, lapangan biasanya tidak luas dan harus digunakan secara bergantian dengan sekolah lainnya,” kata Kepala Seksi Pembelajaran Direktorat Pembinaan SD, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Susanti Sufyadi, saat hadir sebagai pembicara dalam Lokakarya Aktivitas Fisik Anak di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, Kamis (23/8).
Tak hanya itu, pandangan sebelah mata yang kerap diberikan kepada mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK), menurutnya, juga menyebabkan sekolah maupun murid memberikan perhatian yang minim saat kegiatan belajar mengajar PJOK dilakukan.
“Mapel PJOK kerap disepelekan karena tidak menentukan kenaikan kelas siswa,” tuturnya.
Pada kesempatan sama, Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan Kartini Rustandi mengatakan aktivitas fisik pada anak sangat penting. Aktivitas fisik rutin pada anak terbukti mampu meningkatkan daya tangkap dan konsentrasi. Ia merekomendasikan agar para guru bisa menyelipkan kegiatan fisik di jam belajar. Hal itu untuk menyiasati minimnya pelajaran dengan aktivitas fisik.
Salah satu perwakilan guru yang hadir di acara itu, Dwi, menuturkan, cukup sulit mengembangkan aktivitas fisik anak di luar jam mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK) serta jam istirahat. “Karena melakukan aktivitas fisik itu membutuhkan kreativitas. Sementara kami adalah pengajar mata pelajaran umum yang dituntut harus memberikan pelajaran serta membuat nilai anak bagus,” kata Guru SDN Klender 20 Jakarta Timur itu. Ia berharap ada pelatihan dari pemerintah untuk meningkatkan kapasitas guru dalam meningkatkan aktivitas fisik anak. (Put/H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved