Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TAK sedikit orang yang merasa aneh saat berada dalam lift atau elevator. Padahal, sama seperti kendaraan lain seperti bus, alat transportasi tersebut membawa kita pada destinasi yang dituju.
Namun, ada perbedaan yang mencolok: tak ada pengemudi.
"Anda dalam mesin yang bergerak, di mana Anda tak punya kontrol," ujar Dr Lee Gray dari University of North Carolina, yang dikenal karena karyanya tentang psikologi lift, kepada BBC.
Ia melanjutkan, saat itu kita tak bisa melihat mesin elevator dan tak tahu bagaimana cara kerjanya.
Awalnya, kecanggungan terasa saat masuk ke dalam kotak logam tersebut di mana muncul perasaan terekspos dan sadar bahwa sedang diperhatikan oleh orang yang ada di dalam lift tersebut juga.
Pada tingkat yang lebih mendasar, perasaan tersebut berkaitan dengan rasa takut karena menyerahkan kendali, baik ruang pribadi dan kebebasan bergerak.
Ketidaknyamanan otak yang mengganggu itu muncul ketika masuk ke dalam lift di mana muncul perasaan tak berdaya secara tiba-tiba.
"Anda dipenjarakan, tergantung di udara, sampai Anda menganggap bahwa perjalanan dengan mesin yang mengangkut Anda ini rasanya salah bagi Anda."
Di sinilah claustrophobia berasal, yaitu ketakutan terletak pada ketidakmampuan untuk keluar. Dalam konteks ini, ketakutan naik lift sama seperti ketakutan dikubur hidup-hidup di bawah tanah setinggi enam kaki dalam peti.
Tetapi Dr Lee bersikeras bahwa kekhawatiran yang terkait dengan lift sepenuhnya tidak masuk akal.
"Ini sebenarnya salah satu bentuk transportasi teraman, jika Anda melihat miliaran mil yang mengangkat perjalanan setiap tahun dan jumlah kecelakaan yang sangat-sangat kecil." (Medcom/OL-8)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved