KELUARGA merupakan benteng utama bagi bangsa. Keluarga yang sehat bangsa tentu akan sehat. Namun jika keluarga lemah, maka lemahlah bangsa. Banyak hasil riset menunjukan sebagian besar konflik sosial dan penyalahguna narkoba dari keluarga yang tidak sehat dan tidak bahagia.
“Terdapat kegawatan y luar biasa dalam keluarga yang merupakan unit terkecil, jika ini tidak segera diatasi maka makin lama akan makin menjadi ancaman,†ungkap Bactiar Nasir, Pembina Kokoh Keluarga Indonesia (KKI), melalui rilisnya kepada pers, di Jakarta, Jumat (29/5).
Bactiar Nasir yang akrab dengan panggilan UBN (Ustadz Bactiar Nasir) menjelaskan keprihatinan mendalam tersebut melahirkan gerakan untuk kembali mengokohkan keluarga Indonesia. Gerakan
yang akan digelar pada Selasa tanggal 2 Juni 2015 di Masjid Istiqlal Jakarta ini untuk menyambut bulan suci Ramadhan 1436 H yang sebentar lagi datang, diberi titel “Kokohkan Keluarga Indonesia dengan Alquranâ€.
Dalam Tabliq Akbar itu akan hadir Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Prof Dr KH Didin Hafidhudin dan UBN sendiri akan memberikan banyak pandangan tentang mengokohkan keluarga.
UBN menjelaskan dewasa ini banyak predikat negatif yang disandang Indonesia, seperti darurat narkoba, dan Indonesia secara mengejutkan tercatat sebagai negara penyumbang lonjakan trafik pengunjung situs porno terbesar dunia lewat mobile, menduduki posisi kedua di bawah Turki. Padahal, sejak beberapa tahun terakhir, pemblokiran terus digeber Kementerian Kominfo.
Parahnya, akses itu terbesar mobile alias lewat handphone. Data Kementerian Agama (Kemenag) juga mengungkap fakta mengejutkan, dimana jumlah perceraian meningkat setiap tahun.
Terakhir yakni survei pada 2013 menunjukkan jumlah peristiwa pernikahan menurun dari tahun sebelumnya 2.291.265 menjadi sebanyak 2.218.130. Namun tingkat perceraiannya justru meningkat menjadi 14,6 persen atau sebanyak 324.527 peristiwa. Parahnya, kebanyakan peristiwa cerai dimulai dari istri yang mengajukan gugatan, bukan pihak suami yang memberi talak.
"Data ini, kabar yang tidak menggembirakan bagi kesehatan bangsa yang dimulai dari kesehatan rumah tangganya.Semua sendi keluarga ada dalam ancaman, ayah yang tidak bisa memerankan perannya dengan baik, demikian juga dengan ibu, menyebabkan keluarga tidak punya imun, sehingga kenakalan remaja, narkoba, free sex, orientasi seksual yang menyimpang, sudah menjadi hal yang biasa di keluarga,†paparnya.
Sementara itu, KH Didin Hafidhudin mengatakan apa yang terjadi di Indonesia saat ini memang tidak bisa dilepaskan dari keluarga.
“Pintu masuknya adalah keluarga, kalau kita tidak memperhatikan, maka akan banyak persoalan soisial yang akan muncul,†ungkap Didin.
Ia berpendapat menyelesaikan banyaknya persoalan di Indonesia adalah dari keluarga. “Keluarga jadi kunci yang amat penting,†ujar Didin yang juga Ketua Umum Baznas.
Seperti diketahui tahun ini diperkirakan 5,8 juta jiwa terpapar narkoba, karena data terakhir menunjukkan angka 4 juta dan grafiknya terus naik. “Kondisi ini sudah sangat memprihatinkan,†ujarnya.
Sementara Deputi Pencegahan BNN Antar MT Sianturi saat melakukan Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Lingkungan Keluarga memasuki tahap IV di Gedung PKK Melati Jaya, Jakarta, menyatakan "Suatu keluarga yang sejahtera diliputi suasana yang serasi, selaras dan seimbang, dimana anak – anak didik dapat tumbuh dan berkembang fisik, mental dan sosialnya secara optimal, merupakan benteng yang kokoh untuk mengatasi dan menanggulangi ancaman dan gangguan, termasuk penanggulangan masalah narkoba". (Q-1)