MANAGING Director Otsuka Prayugo Gunawan menyarankan agar orang tidak hanya minum ketika haus, tetapi setiap setengah atau satu jam sekali, biarpun hanya beberapa teguk.
Dia menyatakan bahwa bila manusia minum ketika haus sebenarnya salah. Pasalnya, haus adalah tanda bahwa orang tersebut sebenarnya sedang dehidrasi.
"Nah ini yang salah, biasanya kita tidak sadar bahwa kita sedang dehidrasi. Kalau sudah begitu, akan berdampak buruk bagi kondisi tubuh," ucapnya saat melakukan media visit di Kantor Media Indonesia, Kedoya, Jakarta Barat, Jumat (29/5).
Dikatakan bahwa suhu yang sejuk dalam atau luar ruangan juga turut mempengaruhi kebiasaan seseorang untuk jarang minum. Sebab, dalam kondisi cuaca sejuk orang cenderung merasa bahwa rasa haus yang tidak muncul tanda bahwa dia tidak mengalami dehidrasi.
Dia juga berucap bahwa cara yang paling baik mempertahankan cairan tubuh selain dengan minum teratur adalah memperhatikanjenis cairan yang masuk ke dalam tubuh. Kebiasaan minum teh dan kopi dikatakan olehnya bukanlah tidak dianjurkan,
melainkan dikurangi. Apalagi ketika harus menghadapi hari dengan jarang minum, terutama saat berpuasa.
"Teh dan kopi sebenarnya justru akan memaksa cairan di dalam tubuh untuk keluar. Itu berbahaya bagi mereka yang akan melewati hari dengan berpuasa," terangnya.
Dia berujar bahwa kesimpulan tersebut berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh tim di dalam Pocari Sweat. Menurutnya, yang baik adalah dengan meminum minuman yang mengandung elektrolit.
"Sebab, elektrolit justru akan mengikat cairan agar tetap bertahan di dalam tubuh. Dengan demikian, kita tidak akan mudah dehidrasi," pungkasnya. (Q-1)