Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengajak pelaku pendidikan dan kebudayaan agar menjadikan HUT ke-73 RI sebagai momentum untuk menunjukkan kinerja dan prestasi dalam berkontribusi pada penguatan pendidikan dan kemajuan kebudayaan Indonesia.
Menurutnya, guna memenuhi janji kemerdekaan, khususnya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, pendidikan merupakan salah satu jalan perubahan menuju Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian.
"Dengan niat baik dan kerja keras kita semua, para orangtua, anak-anak, para guru, tenaga kependidikan, masyarakat luas, serta pemangku pendidikan, insya Allah ikhtiar kita akan membuahkan hasil," kata Mendikbud di Jakarta, kemarin.
Selanjutnya, ujar Muha-djir, dalam mewujudkan dan mengimplementasikan amanat Nawa Cita Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Kemendikbud juga telah melakukan reformasi pendidikan. Di antaranya dengan membangun fondasi karakter anak-anak sejak pendidikan anak usia dini (PAUD), memberikan porsi lebih besar pada penguatan pendidikan karakter di jenjang sekolah dasar, dan memberikan perhatian pada revitalisasi pendidikan kejuruan.
Menurutnya, pemerataan pendidikan berkualitas dilakukan dengan menggencarkan manfaat Program Indonesia Pintar (PIP) agar semua anak bisa sekolah. Selain itu, dilakukan melalui penetapan aturan zonasi.
Kebijakan tersebut tidak hanya dilakukan pada penerimaan murid baru, tetapi juga pada redistribusi guru dan penataan fasilitas pendidikan. "Bahkan juga menata ekosis-tem pendidikan yang lebih kondusif," jelas Mendikbud.
Pendidikan yang berkualitas, kata Muhadjir, tidak hanya ada di kota-kota besar, tetapi juga di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal. Sementara itu, kurikulum saat ini juga mengacu pada kebutuhan daya saing, yakni dengan visi menghasilkan lulusan yang mampu meningkatkan daya saing bangsa, yaitu lulusan yang tidak hanya mencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang kerja.
Erosi nasionalisme
Rektor Universitas Tarumanagara (Untar) Prof Dr Agustinus Purna Irawan mengatakan belakangan terjadi erosi nasionalisme karena faktor pengaruh internal dan eksternal. Faktor internal meliputi egoisme pribadi, dampak hoaks dan ujaran kebencian pada media sosial, dan kesen-jangan ekonomi. Adapun faktor eksternal akibat situasi global yang dipenuhi konflik dan persaingan.
Ia mengatakan itu saat bertidak sebagai inspektur upaca-ra pada peringatan HUT ke-73 RI bersama TNI dan Polri. Upacara juga diikuti jajaran pimpinan Untar, dosen, mahasiswa, dan karyawan.
Menurutnya, mengenang proses kemerdekaan dapat membangkitkan semangat nasionalisme setiap warga negara terutama sivitas akademika Untar. "Perguruan tinggi ialah tempat dilahirkannya para pemimpin masa depan sehingga sudah seharusnya nilai-nilai nasionalisme tertanam di dalam diri mahasiswa. Jadi ketika menjadi pemimpin, mereka akan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara," ujarnya. (H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved