KLHK Terus Antisipasi Karhutla

Sri Utami
17/8/2018 22:40
KLHK Terus Antisipasi Karhutla
( ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang)

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi kebakaran lahan dan hutan (karhutla), antara lain dengan membangun posko patroli terpadu dan mengajak berbagai pihak mencegah karhutla, agar peristiwa yang bisa menimbulkan kabut asap dapat ditekan.

Lebih dari 300 posko desa dibangun di delapan provinsi rawan karhutla, yakni Riau, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Jambi, kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Kegiatan patroli oleh tim di posko-posko tersebut dilakukan terpadu yang melibatkan unsur Manggala Agni KLHK, TNI, Polri, pemerintah daerah (pemda), dan masyarakat.

Posko lainnya juga segera dibangun di Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Sumba yang sebagian besar wilayahnya berupa padang sabana, ditambah memiliki periode musim kemarau yang lebih panjang, dinilai sangat rawan kebakaran. Keha-diran posko terpadu diharapkan dapat menangani karhutla lebih awal.

"Wilayah Sumba sebagian besar merupakan vegetasi sabana, sangat rawan terjadi karhutla. Pelibatan masyarakat menjadi solusi dalam menjaga lingkungan sehingga kebakaran hutan dan lahan dapat diantisipasi," kata Kepala Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (BTN Matalawa) Maman Surahman, kemarin.

Untuk mencegah kebakaran, KLHK juga mengajak Gerakan Pramuka untuk berpartisipasi aktif. Ajakan, antara lain dilakukan Kepala Balai Taman Nasional (TN) Komodo Budhy Kurniawan kepada sekitar 2.000 pramuka tingkat siaga, penggalang, dan penegak yang hadir pada Hari Pramuka Ke-57 di Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

Seperti halnya wilayah Kabupaten Sumba Timur, sebagain besar kawasan Taman Nasional Komodo juga merupakan vegetasi sabana yang rawan terbakar. "Tolong masyarakat juga menyosialisasikan hal ini agar tidak terjadi kebakaran. Kebakaran di Taman Nasional Komodo harus kita cegah bersama demi kelestarian alam, lingkungan, dan sumber daya hayatinya, termasuk satwa endemik komodo yang hidup di kawasan ini," ujarnya.

Hotspot berkurang
KLHK menyatakan karhutla yang terjadi di Kalimantan Barat berangsur menurun. Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Raffles B Panjaitan mengatakan jumlah titik panas hingga Kamis (16/8) terus berkurang.

"Kondisi hotspot (titik panas) berdasarkan deteksi Satelit Terra Aqua Lapan dengan level confidence 30% terdapat tiga hotspot di Kalimantan Barat, yakni berada di Kabupaten Ketapang (dua titik) dan Kabupetan Kapuas Hulu (satu titik)," katanya.

Menurutnya, personel Manggala Agni, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan masyarakat melakukan pemadaman melalui darat. Selain itu, pemadaman melalui udara dengan water bombing juga dikerahkan. Demikian halnya dengan patroli terpadu pencegahan karhutla di 60 posko desa.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), melalui data Satelit Modis menyatakan ada 592 titik panas kategori sedang dan 469 titik panas kategori tinggi di Kalimantan Barat pada Kamis (16/8) pagi.

(Dhk/H-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya