Ibadah Haji Gampang Tapi Berat

Ade Alawi
17/8/2018 07:11
Ibadah Haji Gampang Tapi Berat
(MI/Ade Alawi)

HAJI adalah ibadah yang gampang tapi berat. Gampang, karena ibadah haji itu adalah peribadatan fisik yang mudah diikuti. Tapi, yang sulit adalah menahan diri untuk tidak berbuat hal-hal yang terlarang. 

Itulah pesan yang disampaikan Amirul Haj KH Yahya Cholil Staquf dalam tausyiahnya saat visitasi di Sektor 6 Daerah Kerja Mekah di Hotel Saui Al Mahbas (Hotel 606),  Mahbas Jin, Mekah, Arab Saudi, Kamis (16/8).

"Ibadah haji itu gampang tapi berat. Gampang karena tinggal ikuti aja. Kalau tawaf ya tinggal ikuti saja. Coba kalau melawan arus putaran ya ditabrak jemaah yang lain. Begitu pula sa'i. Ikuti aja. Wukuf juga demikian. Diam saja di tenda kemudian berdzikir, bersalawat," kata Yahya.

Menurut Katib Aam PBNU ini yang paling sulit adalah bagaimana jemaah harus menjaga hal-hal yang dilarang saat berihram haji, yakni rafats, fusuk dan jidal sebagaimana tertuang dalam surat al Baqarah 197.

Rafats, kata Yahya, menjaga nafsu syahwat. Fusuk berarti tidak berbuat maksiat, ghibah, dan bicara yang kotor, dan jidal yakni berbantahan atau berselisih dengan teman sekamar, misalnya.

"Kondisi Arafah dan Mina tidak seindah di hotel ini. Di sini segalanya nyaman. Tidur di kasur empuk dan ber AC. Tapi, di Arafah dan Mina, di dalam tenda serba terbatas. Tidur pun kita ngak leluasa, gerak aja susah. Di sinilah kesabaran kita diuji," urai anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini.

Yahya mengatakan bahwa jemaah haji adalah orang-orang pilihan yang menjadi tamu Allah. Masih banyak orang-orang yang masih menunggu lama untuk menunaikan rukun Islam kelima. "Bayangkan masih ada yang menunggu berhaji sampai 24 tahun," ungkapnya.

Di penghujung acara diadakan tanya jawab yang dipandu Konsultan Ibadah Sektor 6 Ustadz Helmi Hidayat.
 Seorang jemaah dari Sampang, Madura, mempersoalkan televisi di kamarnya rusak, sementara di kamar jemaah yang lain televisi tidak rusak. 

Yahya menjawab, seharusnya jemaah tersebut bersyukur televisi rusak. "Allah masih menjaga bapak biar konsentrasi ibadah dengan tidak menonton. televisi. Bersyukurlah," pungkas Yahya berseloroh. 

Jumlah jemaah haji di Sektor 6 ini sebanyak 18.600 orang. Mereka berasal dari Medan, Palembang, Solo, Sidoarjo dan Madura. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya