MAHASISWA beserta dosen program pascasarjana S-2 dan S-3 Universitas Negeri Jakarta (UNJ) diberikan bimbingan teknis penulisan artikel internasional terindeks, selama dua hari yakni, Selasa (26/5) dan Rabu (27/5) di kampus UNJ, Jakarta. Hadir dalam seminar yang dibuka langsung oleh Rektor UNJ Prof Djaali itu yakni sejumlah pembicara seperti dosen Institut Teknologi Bandung, School of Electrical Engineering and Informatics, Arwindra Rizqiawan, Dimas Anggara dari EBSCO Publishing, dan dosen teknik elektrok ITB Prof Yanuarsyah Haroen. Arwindra yang memberikan penjelasan mengenai Kiat Mencapai Standar Publikasi Artikel Ilmiah pada Jurnal Bereputasi Internasional sangat menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara penelitian dan membaca. ''Sebelum menulis kita harus meneliti, dan untuk melalui meneliti kita harus membaca. Bacaan inilah yang harus diperbanyak terutama jurnal-jurnal yang sudah bereputasi internasional,'' kata dia. Ia menyarankan mahasiswa dan dosen bisa mendapatkan materi bacaan melalui media internet yang memiliki link-link website bermanfaat. ''Banyak link website yang bisa dijadikan referensi bacaan sebelum kita menulis jurnal ilmiah bereputasi internasional,'' ujar dia. Pada kesempatan sama, Prof Yanuarsyah Haroen mengimbau kepada dosen dan mahasiswa untuk mempublikasikan artikel ilmiah mereka pada jurnal internasional terindeks Scopus, Thomson, Ebsco, DOAJ yang selama ini sudah diakui oleh Ditjen Pendidikan Tinggi Kemenristek Dikti. ''Dosen dan mahasiswa juga mesti memperkuat kemampuan bahasa Inggris mereka karena artikel yang dimuat mesti berbahasa Inggris. Inilah yang juga perlu diasah,'' ujar Yanuarsyah. Kabag Humas UNJ Asep Sugiarto menambahkan bimbingan teknis penulisan artikel internasional terindeks itu merupakan rangkaian Dies Natalis ke-51 UNJ yang berlangsung sejak 18 Mei hingga 16 Juni 2015. Ia menyatakan pada Selasa (26/5) dan Rabu (27/5) juga, UNJ menggelar seminar nasional teknologi pendidikan bertema Peningkatan Mutu SDM dalam Menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Menurut rencana, hadir sejumlah pembicara yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, mantan Rektor Universitas Terbuka Prof. Dr. Atwi Suparman,M.Sc, guru besar UNJ Prof Basuki Wibawa, dan pengamat komunikasi dan informatika Onno W Purba. Hadir juga selebritas Shahnaz Haque dan komedian Qomar dalam acara tersebut. ''Dalam seminar itu akan dibahas kebijakan pemerintah dalam menghadapi MEA mulai dari jenjang pendidikan dasar dan menengah serta bagaimana desain intraksional modern untuk meningkatkan kompetensi SDM di era MEA,'' pungkas Asep. (H-2)