Kampung Halaman Inspirasi Bisnisku

Retno Hemawati
16/8/2018 06:35
Kampung Halaman Inspirasi Bisnisku
(MI/ADAM DWI )

PADA episode ke-68 yang tayang Minggu, 19 Agustus 2018, Big Circle akan menghadirkan narasumber para pelaku usaha yang terinspirasi menjalankan bisnis dari kampung halaman.

Narasumber pertama ialah Nur Agis Aulia, owner dari Jawara Farm, sebuah bisnis pertanian dan peternakan yang menggandeng para petani dan peternak di kampung halamannya Banten.

Pertanian dan peternakan di Indonesia memiliki potensi yang besar untuk diolah. Namun, sayangnya masih sedikit sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dan pengetahuan untuk mengolah pertanian dan peternakan dengan baik, khususnya di daerah perdesaan.

Hal ini mendorong Nur Agis Aulia untuk mengembangkan pertanian dan peternakan di desa asalnya Banten, seusai lulus kuliah dari Jurusan Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan UGM.

Awalnya, Agis melakukan pendekatan kepada para petani dan peternak, tetapi tidak mendapat respons yang baik karena dia dianggap tidak mempunyai potensi.

Agis kemudian merintis pertanian sendiri dengan modal Rp12 juta yang merupakan uang tabungan. Namun, bisnis pertanian yang dijalankan Agis tidak semulus yang diharapkan, kerugian harus ia rasakan di awal masa merintis bisnis, terutama di siklus pertama dan kedua. Namun, dari kegagalan itulah Agis mendapat pelajaran bahwa dalam bertani, biaya produksi yang paling besar ialah pupuk, sedangkan di peternakan ialah biaya pakan ternak. Dari situ Agis mencoba menjalankan usaha pertanian terpadu dengan kotoran dari ternak yang bisa dijadikan pupuk untuk pertaniannya, sedangkan limbah pertanian jerami dijadikan sebagai pakan ternak.

Setelah usaha pertanian terpadu yang Agis jalani berhasil, barulah Agis memberikan sosialisasi kepada petani dan peternak di sekitar desanya, serta membantu mereka dalam menjalankan usaha pertanian dan peternakan. Agis memberdayakan petani dan peternak di daerah Serang, Pandeglang, dan Lebak. Ada yang bersifat mandiri yaitu memberikan sosialisasi kepada peternak dan petani. Sementara itu, yang bersifat dampingan, yaitu men-support penggemukan domba, breeding, dan pengadaan dokter hewan.

Terintegrasi
Agis juga membangun pertanian dan pertanian yang terintegrasi sehingga mampu memperoleh penghasilan rutin. Penghasilan harian didapat dari penjualan susu kambing dan sapi. Penghasilan mingguan didapat dari penjualan daging potong kambing, domba, dan penjualan bibit. Penghasilan bulanan dari panen sayuran, seperti cabai, pare, timun, dan pepaya, serta pesanan daging untuk akikah. Penghasilan tahunan didapat dari hewan kurban dan sapi potong. Khusus untuk hewan kurban, Agis bisa mendapat 1.000 pesanan kambing dari berbagai daerah sekitar Banten.

Pada 2016 Agis mendirikan Agropeneur Center yaitu tempat pembelajaran bagi peternak, petani, bahkan anak muda yang ingin menjalani bisnis di bidang peternakan dan pertanian. Peserta pelatihan paling banyak dari kalangan mahasiswa. Selama 10 hari, para peserta akan dibekali informasi dan pengetahuan tentang budidaya pertanian dan pengolahan peternakan, serta model bisnis yang dijalankan. Tujuannya, agar semakin banyak anak muda yang tertarik menjadi petani dan peternak.

Untuk memasarkan hasil pertanian dan peternakan, Jawara Farm bekerja sama dengan koperasi desa, serta memanfaatkan media sosial untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Alhasil, konsumen Jawara Farm tidak lagi berasal dari daerah Banten dan sekitarnya saja, tetapi sudah merambah ke luar daerah bahkan luar pulau. Agis siap melakukan ekspansi ke Kalimantan dan Lampung.

Kisah para pebisnis muda ini dapat Anda saksikan di program Big Circle pada Minggu, 19 Agustus 2018, pukul 19.05 WIB, bersama pembawa acara Andy F Noya dan Amanda Zevannya, serta mentor Billy Boen--Founder Young on Top.

(H-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya