Menguji Kesabaran dan Ketahanan Fisik

Ade Alawi Laporan dari Arab Saudi
16/8/2018 05:45
Menguji Kesabaran dan Ketahanan Fisik
(FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo)

JEMAAH haji Indonesia diminta menyiapkan mental dan fisik menghadapi puncak haji pada 9 Dzulhijjah. Pasalnya, kondisi di Arafah, Mina, dan Muzdalifah (Armuzna) penuh keterbatasan dan terik matahari yang menyengat sekitar 50 derajat celcius.

"Ibadah haji adalah ujian kesabaran dan ketahanan fisik. Tingkat kenyamanan di Arafah dan Mina jauh berbeda dengan di Mekah dan Madinah. Di Mekah dan Madinah jemaah kita tinggal di hotel berbintang dengan fasilitas terpenuhi. Sementara di Arafah dan Mina, jemaah tinggal di tenda-tenda berdesakan. Fasilitas toilet pun terbatas. Dan harus menempuh perjalanan jauh menuju Jamarat untuk jumrah," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin seusai meninjau bus salawat, terminal dan salat maghrib di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi. Selasa (14/8).

Itu kondisi jamaah kita, lanjutnya, diuji tak hanya kesabaran tapi juga ketahanan fi sik. Untuk itu jemaah diimbau menjaga kesehatan, makan teratur, dan istirahat yang cukup.

Terkait fase Armuzna, sebanyak 3.849 petugas haji akan dikerahkan untuk melayani jemaah selama puncak haji. Mereka akan mempersiapkan kebutuhan jamaah untuk wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina.

Kepala Satuan Operasi Armina Jaetul Muchlis mengatakan mereka akan dibagi menjadi tiga kelompok. Pertama, satgas Arafah akan tiba di Arafah pada 7 Dzulhijjah pukul 19.00 waktu setempat. Mereka akan mengecek kesiapan akhir tenda tempat jamaah wukuf beserta dapur dan toilet. Kedua, satgas Muzdalifah yang lebih dulu berangkat ke Muzdalifah pada 9 Dzulhijjah siang.

Jemaah digerakkan ke Muzdalifah pada sore hari. Sedangkan Satgas Mina akan mengecek kesiapan segala pelayanan jamaah. Pada 10 Dzulhijjah dini hari pukul 01.00 waktu setempat jemaah dipindahkan ke Mina untuk jumrah aqabah.

"Semuanya kita kerahkan. Ini adalah puncak haji yang membutuhkan perhatian ekstra, momentum yang sangat melelahkan," kata Jaetul di Syisyah Makkah kemarin.

Jemaah haji akan berada di Mina sampai 12 Dzulhijjah bagi yang menyelesaikan Nafar Awal. Sedangkan jamaah yang melengkapi lempar jumrah sampai 3 hari atau nafar sani akan berpindah ke pemondokannya pada akhir hari tasyrik atau 13 Dzulhijjah. Terkait hal itu, Kementerian Kesehatan membentuk Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Arafah. Selain ada tenda besar buat dokter, perawat, obat-obatan, dan peralatan lainnya, juga didirikan enam pos kesehatan.

(X-7)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya