CEO Astra Honda Bagi Tips Wirausaha pada Mahasiswa
Sidik P
25/5/2015 00:00
(DOK.UBL)
CEO PT Astra Honda Motor (AHM) Mr Toshiyuki Inuma memberikan tiga tips bagi mahasiswa Universitas Budi Luhur (UBL) untuk bisa berbisnis di tengah persaingan global. Dengan begitu, mahasiswa bisa termotivasi untuk terus berbisnis.
''Ada tiga hal yang harus diperhatikan mahasiswa dalam berbisnis. Pertama selalu meningkatkan rasa penasaran, kedua, supel bergaul dengan siapa saja, dan terakhir memiliki pemikiran yang sama dimanapun anda akan berbisnis,'' kata Toshiyuki dalam seminar series bertemakan Japanese Business Mind in Global Era by Honda yang digelar di kampus UBL, Jakarta, Sabtu (23/5).
Toshiyuki menjelaskan untuk konsep terakhir yakni memiliki pemikiran yang sama dimanapun anda berbisnis merupakan kunci bahwa mahasiswa harus percaya dengan the power of dream.
''Bila hal itu diyakini, maka ketika anda ingin berbisnis dengan perusahaan Jepang, juga harus melengkapi kemampuan Anda dengan bahasa Inggris dan bahasa Jepang,'' jelas dia.
Pada seminar yang digelar di Ruang Theater UBL dan diikuti 250 mahasiswa dari kelas reguler, karyawan, dan pascasarjana UBL, turut dihadiri Ainur Rony, S.Kom, M.TI selaku Kaprodi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi UBL, Deputi Rektor Bidang Akademik UBL Dr. Wendi Usino, MSc, dan Ketua Pengurus Yayasan Budi Luhur Cakti Kasih Hanggoro MBA.
Pada kesempatan tersebut, Wendi Usino menyampaikan seminar Japanese Series itu untuk menambah pengetahuan umum mahasiswa UBL tentang cara berbisnis di tengah persaingan global dan cara kerja perusahaan berskala global, khususnya di perusahaan Jepang.
Apalagi, selama ini UBL bekerja sama dengan perusahaan Jepang seperti PT Astra Honda Motor, PT Panasonic Manufacturing Indonesia, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia. dan PT Ajinomoto Indonesia. Juga dengan Counsellor Information and Culture Kedutaan Besar Jepang untuk RI.
Sebelumnya, UBL juga telah menjalin kerja sama dengan beberapa universitas di Jepang yaitu Asia University, Kanda University, Universitas Kagoshima, dan Kanda Institute of Foreign Language.
''Bahkan mereka telah mengirimkan mahasiswa Jepang untuk belajar bahasa Indonesia di kampus kami dan selalu aktif menjalin komunikasi dengan komunitas Jepang di Indonesia,'' ungkap Wendi.
Sementara itu, Kasih Hanggoro mengatakan mahasiswa saat ini tidak cukup bila hanya memiliki wawasan tingkat nasional, tapi juga harus memiliki wawasan global.
''Pembekalan wawasan kepada mahasiswa tentang keberadaan dan cara kerja perusahaan global seperti di perusahaan Jepang penting agar mereka dapat berprestasi tapi tetap menjunjung tinggi keluhuran budi,'' kata Kasih Hanggoro. (H-2)