Melestarikan Kuliner Nusantara lewat Kampoeng Legenda

Syarief Oebaidillah
14/8/2018 23:10
Melestarikan Kuliner Nusantara lewat Kampoeng Legenda
(Ist)

MELEGENDA atau menjadi legenda tidaklah gampang, tidak semudah membalik telapak tangan. Perlu proses dan jalan yang panjang. Itu terjadi untuk semua bidang. Begitu pula di bidang kuliner atau makanan. Makanan yang terkenal belum tentu menjadi legenda.

Kerap agak sulit untuk mendapatkan makanan yang sudah menjadi legenda. Tidak jarang baru bisa ditemui di tempat asal makanan itu berada. Seperti Gudeg Yu Djum Yogyakarta atau Ayam Taliwang H Taufik Moerad, yang hanya ada di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Untuk memenuhi selera para penyuka kuliner sekaligus melestarikan kuliner yang melegenda, Jakarta Inovative and Interactive Solution Communication (JIISComm) bekerja sama dengan Citra Land Mal menggelar sebuah even akbar, yang bertajuk Kampoeng Legenda, di Ciputra Mal, Grogol, Jakarta Barat, 8 hingga 19 Agustus 2018.

Kuliner di Kampoeng Legenda, seperti diungkapkan pemilik JIISComm Febriyanto Rachmat, tidak hanya melulu menjajakan makanan yang sudah melegenda. Namun, ada juga sosok-sosok atau nama-nama penyuguh kuliner yang belum terkenal.

"Namun, rasa makanannya dijamin enak-enak. Mereka diharapkan, kelak juga menjadi legenda. Jadi, di ajang ini para penyuguh kuliner yang belum melegenda, bisa belajar dari legenda-legenda kuliner yang ada," kata Febriyanto melalui keterangannya, Selasa (14/8).

Di sisi lain, imbuh dia, JIISComm berharap, kaum milenial mampu berperan serta melestarikan kuliner Indonesia. Sedikitnya ada 70 penyuguh kuliner dengan berbagai jenis makanan. Febry menjanjikan, semua yang disuguhkan mempunyai cita rasa yang unggul dan dapat dipertanggungjawabkan kelezatannya.

Seperti Asem Asem Koh Liem dari Semarang, sudah barang tentu tampil pula Toko Oen Semarang. Ada juga Mangut Ikan Manyung Bu Fat, Pisang Plenet Mbah Toerdi, Nasi Pindang Kudus Gajahmada, serta Tongseng Bu Bekti, semuanya dari Semarang.

Tidak hanya dari Semarang, sejumlah kuliner yang melegenda dari kota lain juga tampil di event ini. Seperti Gudeg Yu Djum dari Yogyakarta, Bale Raos Keraton juga dari Yogyakarta, atau Nasi Liwet Wongso Lemu Solo, Nasi Bebek Mak Isa dari Jakarta.

Ada juga Nasi Jamblang Mang Dul dari Cirebon, Kupat Tahu Gempol dari Bandung, serta Ketan Susu Kemayoran yang terkenal dari Jakarta. Bahkan, kuliner dari luar Pulau Jawa juga tersaji di even kuliner Kampoeng Legenda.

Tengok saja ada Ayam Taliwang H Taufik Moerad dari NTB, RM Heng Mien Tomohon Manado, atau Kweetiau Sapi Antasari 72 dari Pontianak. Tidak makanan, event ini juga menyuguhkan minuman seperti, Es Durian Padang Iko Gantinyo, Es Sinar Garut Putra Abah, Es Cincau Kang Toip, Es Podeng Gareng, atau Dawet Ireng dan Es Kacang Merah.

Sementara, bagi pengunjung yang datang hanya untuk ngemil jajanan pasar. Even ini juga menyediakan Martabak Kubang Hayuda dari Sumbar. Adapula Kue Balok Mak Oyoh Bandung, jajanan Zaman Baheula Sunda Unik Bandung, Otak-Otak Lookie, serta Serabi Solo 88 dan aneka kuliner enak-enak lainnya

Tidak hanya berhenti di Kampoeng Legenda, upaya JIISComm melestarikan dan mempromosikan kuliner Nusantara akan terus berlanjut. Usai perhelatan di Ciputra Mall, JIISComm akan kembali menggelar festival kuliner di Mal Margo City Margonda, Depok, 8-21 Oktober 2018, lalu di Mal Emporium Pluit, Jakarta Utara, 21 Oktober-4 November 2018, serta di Supermal Karawaci, Tangerang, 1-11 November 2018. (RO/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya