LPDP Bakal Alokasikan Beasiswa untuk 10 Ribu Orang per Tahun

Emir Chairullah
21/5/2015 00:00
LPDP Bakal Alokasikan Beasiswa untuk 10 Ribu Orang per Tahun
(Antara)
PEMERINTAH melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bakal meningkatkan alokasi jumlah penerima beasiswa pasca sarjana menjadi 10 ribu orang per tahun dari sebelumnya 3 ribu.

Direktur Perencanaan Usaha dan Pengembangan Dana LPDP Mokhamad Mahdum mengungkapkan, rencana ini sebagai upaya pemerintah menyiapkan Indonesia menjadi kekuatan nomor 7 dunia pada 2025 mendatang.

"Ada survei yang menyebutkan bahwa untuk menjadi kekuatan nomor 7 dunia pada 2025, Indonesia harus mempunyai 30 juta orang yang mempunyai keahlian. Dan di sini LPDP mempunyai peran mewujudkan hal tersebut," katanya kepada wartawan Media Indonesia Emir Chairullah di sela-sela kunjungan kerja ke Brisbane, Australia, Kamis (21/5).

LPDP bersama Bappenas dan lembaga penyedia beasiswa dari sejumlah negara diundang pemerintah Queensland, Australia untuk melihat berbagai kampus yang ada di negara bagian tersebut seperti the University of Queensland, Queensland University of Technology, James Cook University, dan Griffith University. Dalam kunjungan yang berlangsung selama seminggu tersebut, mereka diajak melihat berbagai fasilitas pendidikan seperti kelas dan laboratorium.

Lebih lanjut Mahdum mengungkapkan, agar bisa mencetak 10 ribu penerima beasiswa, baik kuliah di dalam maupun luar negeri, LPDP harus menambah dana abadinya yang dialokasikan. Dana tersebut, tambahnya, bisa bersumber dari APBN atau suntikan dana pemerintah.

"Saat ini dana pokok LPDP yang tidak bisa digunakan sebesar Rp15,6 triliun dimana hasil investasinya sebesar Rp1,6 triliun bisa digunakan untuk menyekolahkan 3 ribu orang per tahun," ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Mahdum menyebutkan, pihaknya berharap pemerintah daerah bisa melakukan sinkronisasi dengan pemerintah pusat saat mengadakan program beasiswa sejenis. Beberapa pemda ternyata mengalokasikan dananya untuk para PNS-nya bersekolah di dalam maupun luar negeri.

"Walaupun kita akui pemda mempunyai kebijakan sendiri, namun kita harap ada sinkronisasi kebijakan dengan pemerintah pusat," ujarnya.

Mahdum menyarankan agar pemda mengurangi alokasi dana untuk beasiswa S2 maupun S3 untuk kemudian dialokasikan ke persiapan bahasa agar bisa lolos seleksi beasiswa LPDP.

"Atau bisa juga dialokasikan untuk program soft skill dan vokasi. Sehingga kualitas SDM di daerah pun meningkat," jelasnya.

Disebutkan, beberapa kepala daerah sudah menyambut baik gagasan LPDP ini. "Beberapa Pemda sudah menyambut baik gagasan ini seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Sulawesi Tenggara. Mungkin pemda yang lain akan mengikuti," ujarnya.

Sosialisasi LPDP
Dalam kunjungan itu, LPDP juga mencoba mengenalkan program beasiswa yang baru berumur dua tahun ini kepada masyarakat dan mahasiswa yang ada di Brisbane. Dalam paparannya terungkap, beasiswa yang digawangi empat kementerian ini ternyata bisa menyaingi skema beasiswa yang diadakan negara lain yang sudah mapan dalam menjalankan program ini.

"Bahkan untuk beasiswa AAS yang diadakan pemerintah Australia, kita masih kompetitif," ungkapnya.

Mahum juga berharap para penerima beasiswa LPDP yang sudah ada di luar negeri bisa menginformasikan kepada warga dan mahasiswa Indonesia lain mengenai tata cara untuk mendapatkan beasiswa ini. Mereka bisa memanfaatkan Perhimpunan Pelajar Indonesia setempat untuk melakukan sosialisasi.

"Toh beasiswa ini juga diadakan untuk masyarakat Indonesia juga," ujarnya.(Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya