Mahasiswa UI Ciptakan Alat Bantu Baca Buku bagi Tuna Netra

MICOM
13/8/2018 16:05
Mahasiswa UI Ciptakan Alat Bantu Baca Buku bagi Tuna Netra
(Ist)

TIGA mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) menciptakan alat bantu baca buku bagi penyandang tuna netra yang diberi nama SMART-BLIND. Alat ini bekerja dengan cara mengkonversi gambar dari media cetak menjadi teks. Selanjutnya, teks tersebut diubah menjadi suara yang dapat langsung diterima oleh penyandang tuna netra.
 
Dengan SMART-BLIND, para penyandang tuna netra dapat langsung menekan tombol dan menggerakkan alat ke atas media cetak yang dikehendaki. Dalam hitungan beberapa menit, alat tersebut akan memproses gambar yang berisi tulisan menjadi suara, sehingga dapat dengan mudah diterima oleh penyandang tunanetra.

“Ada beberapa hal yang menghambat penyampaian informasi bagi penyandang tuna netra. Salah satunya adalah sulitnya mendapatkan informasi yang cepat dari sumber media cetak, solusi yang ada saat ini hanyalah dengan mengkonversi tulisan ke dalam huruf braille dan itu memakan waktu yang cukup lama, berangkat dari persoalan tersebut maka kami berinisiatif untuk menciptakan alat bernama SMART-BLIND ini” ujar mahasiswa jurusan Teknik Elektro UI, Maulana Bisyir Azhari lewat siaran pers yang diterima Media Indonesia, Senin (13/8)

Selain Maulana, dua mahasiswa yang menciptakan SMART-BLIND adalah Gibran Muhammad Fajar Wisesa dan Nikolas Jalu Padma Iswara. Pihaknya mengungkapkan keunggulan SMART-BLIND antara lain efisien, portable, dan mudah digunakan oleh penyandang tuna netra.

Dalam proses pembuatan SMART-BLIND, Maulana dan tim memulai dengan pemilihan material berupa mini-PC Raspberry Pi Zero W, baterai, headphone, serta peralatan-peralatan lain pendukung mini-PC tersebut. Setelah pemilihan material, Maulana dan tim mulai merancang program dan algoritma pada mini-PC.

“Cara menggunakan alat ini adalah dengan menaruh corong alat yang didalamnya ada sebuah kamera pada media cetak yang hendak dibaca dan menekan tombol saja untuk mengambil gambar tulisan yang ada di media cetak tersebut. Dalam hitungan beberapa menit, alat tersebut akan memproses gambar yang berisi tulisan menjadi suara sehingga dapat dengan mudah diterima oleh penyandang tunanetra.” paparnya.

Alat ini dapat digunakan dalam kegiatan akademik di sekolah atau universitas, literasi ilmu pendukung pekerjaan ataupun sebagai alat bantu baca dalam kegiatan sehari-hari.

Diharapkan, SMART-BLIND ini dapat semakin mempermudah para tuna netra dalam mendapatkan informasi dari media cetak. SMART-BLIND dapat memberikan akses yang sama kepada penyandang tuna netra terhadap perkembangan informasi dan ilmu pengetahuan agar menjadi individu yang lebih berilmu dan dapat bersaing dengan manusia yang normal. (RO/OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya