Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KABAR
duka ribuan pengungsi Rohingya yang kembali terdampar di Aceh dan Medan
dalam rentang waktu hampir bersamaan mencuatkan keperihatinan
sejumlah lembaga kemanusiaan yang tergabung dalam South East Asia Humanitarian (Seahum)
Committe Chapter Indonesia.
Keprihatinan muncul tidak
hanya terkait isu yang saat ini sedang ramai diberitakan di media-media, di mana
Indonesia dikabarkan menolak dan mengusir balik perahu-perahu Rohingya keluar
dari perairan Indonesia, namun juga terkait isu penanganan Rohingya sebagai
pencari suaka yang terdampar di Indonesia.
Seahum Chapter Indonesia,
yang terdiri dari Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU, Rumah Zakat, Dompet
Dhuafa, Aksi Cepat Tanggap, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, SNH Advocacy
Center, dan PAHAM Indonesia, menyatakan Indonesia belum memiliki
undang-undang yang secara sui generis mengatur mengenai penanganan pencari
suaka di Indonesia.
Akibatnya
penanganannya masih bergantung pada ketentuan yang diatur di dalam UU No 6
Tahun 2011 tentang Keimigrasian.
"Imbasnya di
lapangan, penanganan Rohingya di Indonesia sifatnya parsial, tergantung dari
kebijakan pemerintah daerah dimana Rohingya tersebut ditampung,"
kata Presiden Seahum Agung Notowiguno di Jakarta, Selasa (19/5).
Ia mengapresiasi
pemerintah daerah yang memberlakukan Rohingya sangat
baik dan kemanusiaan, seperti layaknya manusia, diberi tempat penampungan, dan
disediakan dapur umum untuk kebutuhan logistik.
"Mereka
juga menyediakan fasilitas kesehatan untuk Rohingya sehingga membuktikan
masyarakat Indonesia peduli akan nasib Rohingya," tegasnya.
Kondisi ini,menurut
dia, merupakan sebuah anomali, di mana rezim undang-undang keimigrasian yang
ada memperlakukan Rohingya sama seperti imigran gelap, sementara pemimpin
daerah dan masyarakatnya memperlakukan Rohingya seperti saudara.
“Sudah sepatutnya
pemerintah daerah yang peduli nasib Rohingya diberikan apreasiasi yang
tinggi," tandasnya.
Namun,Agung mengingatkan
Pemerintah Daerah memunyai keterbatasan dalam memberikan bantuan kepada
Rohingya.
Sehingga amat
diperlukan sinergitas antara semua komponen masyarakat Indonesia turut serta
membantu Rohingya atas nama kemanusiaan. Ia berharap seluruh masyarakat
Indonesia terketuk hatinya untuk membantu Rohingya.
Menyinggung langkah strategis yang akan dilakukan Seahum ke depan, selain memberikan bantuan kemanusiaan, Agung menyatakan isu Rohingya akan menjadi materi utama pembahasan dalam perhelatan Seahum 2nd Annual General Meeting di Kuala Lumpur, Malaysia pada 21- 22 Mei 2015.
Ia berharap acara itu,yang akan dihadiri lembaga kemanusiaan dari negara-negara se- Asia Tenggara dapat menciptakan langkah kongkrit dan solusi-solusi nyata bagi Rohingya. (Q-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved