Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KALANGAN mahasiswa dan kampus diminta membentengi diri dari ancaman radikalisme dan terorisme yang akan terus mencari sasaran kalangan muda dan perguruan tinggi serta masyarakat lainnya.
"Saya keras terhadap radikalisme, bagi saya, itu paham yang salah kaprah dan tidak berperikemanusian serta di luar nalar akal sehat. Juga bertentangan dengan ajaran Pancasila dan bela negara," tegas Menteri Pertahanan Jenderal (Purn) TNI Ryamizard Ryacudu pada pembekalan Bela Negara bagi mahasiswa baru Universitas Tarumanegara di Kampus Untar, Jakarta, Rabu (8/8).
Ryamizard mencontohkan ajaran paham radikal yang salah kaprah manakala seorang ibu tega melakukan bunuh diri bersama anaknya menyerang sebuah tempat ibadah pada kasus terorisme di Surabaya.
"Mana ada seorang ibu mengajarkan hal seperti ini, jelas ini paham radikal agama yang salah kaprah. Seorang macan saja tidak akan memakan anaknya sendiri. Maka mari kita bentengi bersama keluarga dan mahasiswa dari pengaruh radikal ini. Kita perkuat pemahaman dan pengamalan Pancasila serta bela negara," tegasnya.
Dia juga menegaskan, menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan harga mati.
"Kita harus anamkan ini dan tidak bisa ditawar. Kalau mau nawar keluar saja dari NKRI," tandas Ryamizard.
Menhan mengingatkan mahasiswa sebagai generasi muda penerus memimpin bangsa depan harus memiliki karakter dan integritas yang baik. Menurut dia, kemampuan akademik atau intelektual merupakan pelengkap. Hasil survei menunjukkan pentingnya karakter dan integritas sebanyak 80%, sisanya faktor akademik dan pengetahuan yang menentukan kepribadian seseorang.
"Kalian sebagai calon pemimpin harus memiliii jati diri berlandaskan Pancasila. Nah, Untar kita harapkan selain mampu mencetak lulusannya menjadi entrepreneur atau wirausahawan juga mampu membangun karakter mahasiswanya sebagai calon pemimpin masa depan," tukasnya.
Dalam kesempatan sama, Rektor Untar, Agustinus Purna Irawan, mengatakan, kegiatan ini telah menjadi tradisi dalam masa pengenalan kampus yang berlangsung hingga 10 Agustus 2018 diisi dengan pembekalan dari berbagai narasumber dengan materi yang dapat menambah rasa kecintaan pada Tanah Air. Selain itu, untuk memberi pemahaman mengenai pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan di kampus.
Dikatakan Agustinus, dipilihnya motto 'Saya Indonesia, Saya Pancasila' sebagai tema penyambutan mahasiswa sebagai bentuk penanaman nilai tersebut dalam kehidupan di lingkungan Untar. Hal ini pun sejalan dengan nilai-nilai yang dipegang Untar yaitu integritas, profesionalisme, dan entrepreneurship.
Agustinus menambahkan, Untar melarang dengan tegas praktik perploncoan dan kekerasan yang dilakukan pada mahasiswa baru dan semua kegiatan selalu diawasi oleh para dosen.
"Orangtua mahasiswa pun dapat memantau seluruh kegiatan masa pengenalan kampus ini hingga tuntas," tegasnya. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved