Kemenag Gelar Pekan Ilmiah dan Seni Mahasiswa

Syarief Oebaidillah
17/5/2015 00:00
Kemenag Gelar Pekan Ilmiah dan Seni Mahasiswa
()

KEMENTERIAN Agama melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) Ditjen Pendidikan Islam  menyelenggarakan Pekan Ilmiah, Olah Raga, Seni, dan Riset (PIONIR) Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) VII di Palu, Sulawesi Tengah, pada 18-24 Mei mendatang. Acara ini diikuti 3000 mahasiswa  dan 55 PTK se Indonesia.

Direktur Pendidikan Tinggi Islam, Kemenag , Amsal Bachtiar, didampingi Rektor IAIN Palu Zainal Abidin, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Mohsen menjelaskan PIONIR merupakan pembinaan riset, olah raga, dan seni mahasiswa PTK dalam rangka ikut serta memberikan kontribusi prestasi bagi bangsa dan negara.

PIONIR PTK VII di Palu memperlombakan 17 cabang meliputi; debat Bahasa Arab,  Bahasa Inggris, dan makalah Karya Ilmiah Al-Qur’an.  Untuk cabang olah raga: futsal, volley ball, tenis meja, bulu tangkis, catur, panjat tebing, takraw, dan pencak silat.
 

Dalam kegiatan ini  diselenggarakan musabaqah tilawah al-Qur’an dan hifdzil Qur’an serta kaligrafi, pop solo Islami, dan desain busana muslim,  serta karya tulis ilmiah. Sedangkan medali yang diperebutkan 55 medali emas, 53 perak dan 53 perunggu.

Perhelatan ini juga diiringi  pemecahan rekor Musium Rekor Indonesia (MURI) membaca Surat Yasin dan terjemahannya dalam bahasa Kaili dengan peserta terbanyak di sepanjang Teluk Palu sekitar lima kilometer.
 

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Mohsen menambahkan dalam kesempatan  sama akan dilaunching pengembangan pesantren maritim di Palu, Sulteng. Pesantren menjadi salah satu opsi bagi orang tua untuk menyekolahkan anaknya agar lebih paham ilmu agama Islam. Kini, pesantren tak hanya menawarkan pendidikan agama namun sedang dikembangkan untuk pesantren kemaritiman.
 

“Penyelenggaran pesantren merupakan respon pemerintah pada pembangunan nasional. Pesantren maritim ini juga membangun masyarakat terpinggir, terpencil, yang berada di kepulauan,” ujarnya.


Saat ini ada sekitar 80 pesantren yang akan difokuskan ke bidang kemaritiman. Hal ini dinilainya sejalan dengan konsep nawacita yang diusung Presiden Jokowi untuk me‎nonjolkan Kelautan Indonesia di mata dunia.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya