Ini Provinsi dengan Indeks Integritas Tertinggi dalam UN SMA

Intan Fauzi
16/5/2015 00:00
Ini Provinsi dengan Indeks Integritas Tertinggi dalam UN SMA
(ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengumumkan provinsi yang meraih peringkat indeks integritas tertinggi dalam pelaksanaan UN SMA/sederajat 2015. Provinsi tersebut ialah Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Peringkat pertama indeks integritas tertinggi diperoleh DI Yogyakarta," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, seperti yang dirilis dalam situs kemdiknas.go.id, Sabtu (16/5/2015).

Posisi Yogyakarta tersebut disusul oleh enam provinsi, secara berturut-turut yakni Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Bengkulu, Kepulauan Riau, Gorontalo dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hasil indeks integritas dari yang tertinggi hingga terendah, lanjut Anies, akan dilaporkan ke setiap pemimpin daerah masing-masing. "Setiap gubernur akan menerima potret kejujuran sekolah di provinsinya. Setiap bupati akan menerima potret kejujuran sekolah di kabupatennya," sambungnya.

Setelah provinsi dengan indeks integritas tertinggi, Kemendikbud rencananya akan mengumumkan sekolah dengan indeks integritas tertinggi sekaligus meraih hasil terbaik. "Nanti pengumumannya sekolah berintegritas UN tinggi dan hasil yang baik," kata Kepala Pusat Penelitian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud Prof Nizam.

Untuk sementara, Yogyakarta menempati peringkat indeks integritas tertinggi. Namun nantinya, lanjut Nizam, akan digabung dengan prestasi sekolah di wilayah tersebut. "Nantinya digabung dengan prestasi sekolah," tutup Nizam.


Siswa Peraih Nilai UN Tertinggi

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tak lagi mengumumkan siswa peraih nilai Ujian Nasional (UN) tertinggi.

"Tahun ini tidak lagi diumumkan siswa dengan nilai tertinggi," kata Nizam.

Keputusan tersebut diambil sebagai salah satu cara menghindari persaingan yang tidak sehat demi mendapatkan penghargaan nilai tertiggi. "Peringkat nilai cenderung mendorong perilaku kurang baik," sambug Nizam.

Untuk bentuk apresiasi kepada siswa-siswa peraih nilai tertinggi, kata Nizam, biar pihak sekolah yang melakukannya. "Apresiasi prestasi biar dilakukan pada tingkat sekolah masing-masing," tutupnya. (Q-1)




Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya