PARA calon mahasiswa yang lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2015 diminta melengkapi dokumen secara lengkap untuk verifikasi.
"Peserta SNMPTN yang diumumkan 9 Mei 2015, baru dinyatakan lolos dan belum tentu diterima. Tahap berikutnya adalah verifikasi dokumen dan pemeriksaan kesehatan yang dipersyaratkan beberapa PTN. Sebab itu,bagi yang sudah lolos perlu satu tahap lagi untuk diterima, yaitu verifikasi dokumen dan calon yang sudah lulus diharapkan menyiapkan semua verifikasi dengan baik," ungkap Sekretaris SNMPTN/SBMPTN 2015 Werry Data Taifur saat dihubungi Media Indonesia, Sabtu (16/5).
Menurut Werry, dokumen yang dibutuhkan PTN adalah dokumen asli bukan foto copy seperti rapor nilai, keterangan lulus, keterangan kesehatan, termasuk bebas narkoba serta pendapatan orang tua.
Saat ditanya adanya peserta SNMPTN 2015 yang nilai Ujian Nasional (UN) dibawah 5,5 namun diterima PTN melalui SNMPTN Werry menyatakan hal itu kewenangan masing-masing PTN. "Tidak ada pembatalan, kecuali saat verifikasi dokumen ia tidak bisa memperlihatkan tanda kelulusan atau nilai rapor asli yang tidak sesuai dengan yang diserahkan," cetusnya.
Werry yang juga Rektor Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatra Barat, itu mengemukakan di Unand tidak banyak nilai UN yang rendah yang diterima kecuali untuk unsur pemerataan. "Misalnya, dari daerah tertinggal tetap kita terima untuk mewakili daerah yang tidak memenuhi syarat dari nilai," ujarnya.
Rektor UI M Anis menyatakan pihaknya mempertimbangkan semua aspek penilaian dari rapor siswa selama belajar tiga tahun termasuk nilai UN. "Kita melihat semuanya namun nilai rapor menjadi pertimbangan utama, dan berikutnya yang lain yang menjadi pertimbangan," cetusnya.
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek Dikti Illah Sailah menyatakan senada bahwa kebijakan menerima mahasiswa dengan atau tidak mempertimbangkan nilai UN diserahkan pada kebijakan masing-masing PTN. "Kita serahkan ke PTN-PTN dan sebaiknya ditanyakan langsung ke rektor rektor terkait," kata Illah saat dikonfirmasi Media Indonesia, Sabtu (16/5).
Werry melanjutkan pihaknya akan melakukan verifikasi dokumen peserta SNMPTN pada tanggal 9 Juni 2015 bertepatan saat ujian Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN) dilaksanakan. Dengan cara seperti ini diharapkan mereka yang sudah dinyatakan lulus SNMPTN tidak mengikuti ujian SBMPTN.
Werry menegaskan calon mahasiswa yang sudah lulus SNMPTN agar tidak menyia-nyiakan kesempatan kuliah yang sudah diraih. Pasalnya, hanya sedikit sekali bahagian penduduk Indonesia yang dapat diterima di PTN. Fakta sampai saat ini, ungkap dia, jumlah mahasiswa di PTN dan PTS seluruh Indonesia hanya sekitar 5,4 juta orang atau tidak sampai 3 persen dari penduduk Indonesia.
Dikatakan, dari 5,4 juta orang tersebut hanya sekitar 1,8 juta orang di PTN. Kelompok inilah yang akan menentukan nasib bangsa ini di masa mendatang untuk menghadapi era ASEAN, menyongsong bonus demografi dan lain-lainnya.
"Sangat merugi dan merugikan orang, seandainya yang lulus SNMPTN 2015 tidak serius dan menyia-menyiakan kesempatan yang diperolehnya," tandasnya.
Saat ditanya jumlah calon mahasiswa yang lulus namun tidak mengambil kesempatan SNMPTN itu, Werry memperkirakan yang sering terjadi pada calon yang lulus untuk pilihan fakultas atau program studi kedua atau PTN kedua.
"Besarannya bervariasi antara PTN. Yang tidak mendaftar itu dapat dilihat pada tahun lalu ada yang sampai 10 persen," tukasnya.
Sementara itu, Kordinator Pokja SNMPTN/SBMPTN 2015 Bambang Hermanto mengemukakan hingga tanggal 15 Mei 2015 total pendaftar SBMPTN berjumlah 229.338 orang, terdiri 228.867 pendaftar reguler dan 471 pendaftar bidik misi. Dari total pendaftar SBMPTN itu, sebanyak 141.433 telah mencetak kartu bukti pembayaran sebagai peserta yang siap mengikuti seleksi pada 9 Juni 2015.(Q-1)