Mendikbud: Indeks Integritas sebagai Tonggak Revolusi Mental
Intan Fauzi
16/5/2015 00:00
(--(ANTARA/Yusuf Nugroho))
BERBAGAI usaha untuk meningkatkan perbaikan dalam pelaksanaan ujian nasional terus dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Perbaikan tak hanya dilakukan untuk nilai, tetapi juga para sumber daya manusianya sebagai bagian dari revolusi mental.
"Usaha dalam perbaikan pelaksanaan UN lebih dari sekedar perbaikan nilai karena menjadi bagian dari revolusi mental dan memperbaiki ekosistem pendidikan, yaitu meliputi peserta didik, guru, kepala sekolah dan orang tua," terang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Sabtu (16/5/2015).
Untuk mendukung revolusi mental tersebut, Kemendikbud menggunakan indeks integritas dalam menilai kejujuran para pelaksana ujian nasional. Dengan demikian, Anies berharap, indeks integritas menjadi tonggak revolusi mental.
"Kita ingin menjadikan indeks integritas sebagai tonggak revolusi mental," kata Anies.
Seperti diketahui, Kemendikbud sudah merilis tujuh provinsi yang meraih peringkat tertinggi indeks intergritasnya dalam pelaksanaan UN SMA/sederajat 2015. Peringkat pertama diraih Yogyakarta, lalu diikuti kedua dan selanjutnya yakni Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Bengkulu, Kepulauan Riau, Gorontalo dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pengumuman hasil UN berupa indeks integritas ini akan terus dilakukan oleh Kemendikbud setiap tahunnya, sehingga diharapkan daerah dengan indeks integritas terendah merasa malu. "Sehingga diharapkan bagi daerah yang memiliki indeks integritas rendah akan merasa malu dan berusaha memperbaiki diri," tutup Anies. (Q-1)