Inspirasi Petualangan Tristan melalui Bahasa Gambar

Syarief Oebaidillah
07/8/2018 21:00
Inspirasi Petualangan Tristan melalui Bahasa Gambar
(Ist)

MELALUI inspirasi yang muncul dari anak semata wayangnya, Tristan, Susan Bachtiar, aktris sekaligus presenter meluncurkan buku berjudul 'Tristan The Traveler'.

Buku yang menceritakan petualangan tokoh Tristan dan Mumu dalam bahasa gambar ini sangat menarik menjadi rujukan dalam menggiring anak-anak menjauh dari gawai yang secara tidak langsung telah menjadi teman mereka.

"Saya percaya tradisi membaca buku enggak boleh hilang. Apalagi saat anak-anak makin mudah meraih gawai, dan kita sebagai orangtua lebih permisif meminjamkan telepon genggam, terutama saat lelah," ungkap Susan dalam acara peluncuran buku perdananya di Jakarta, baru-baru ini.

Melalui 'Tristan The Traveller', Susan bercerita dan berbagi tentang apa yang Tristan temukan di tempat-tempat yang ia kunjungi saat berpetualang melalui gambar.

Menjadikan Tristan dan si Boneka Beruang Mumu sebagai tokoh sentral dalam buku bergambar ini, sebuah perjalanan petualangan selama liburan sekolah disampaikan dengan sangat menarik. Hal itu diharapkan mampu menambah wawasan anak-anak tentang tempat wisata yang menarik serta masing-masing keunikannya berdasarkan sudut pandang Tristan.

"Anak-anak pasti punya pandangan sendiri saat mereka berlibur, tentang sebuah tempat dan keunikannya. Kita sebagai orang tua pasti paham dan saya juga mencoba menyelami hal tersebut melalui anak saya Tristan," ungkap Susan melalui keterangan tertulis yang diterima, Selasa (7/8).

Menurut dia, sudah pasti amat menantang dalam menuangkannya ke dalam sebuah naskah cerita, perlu bongkar pasang hingga berkali-kali sampai menjadi sebuah cerita yang akan mudah dicerna oleh anak-anak.

Dia mengutarakan, gagasan membuat buku ini muncul pada 2016 lalu, yang disambut dengan baik Tommy Thomdean, salah seorang kartunis andal di Indonesia, yang membantu menuangkan naskah cerita yang disusun Susan melalui bahasa gambar.

Dalam proses pembuatan buku ini, Susan juga dipertemukan dengan Roosie Setiawan, Founder Reading Bugs, yang memperkenalkan metode ReadAloud atau Membaca Nyaring bagi para orangtua untuk membacakan buku kepada anaknya sejak usia dini.

Seperti diberitakan, saat ini pun pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sedang menggiatkan Gerakan Literasi Nasional (GLN), yang mana Gerakan Nasional Orang Tua Membaca Buku (Gernas Baku) 2018 merupakan salah satu Gerakan Literasi Keluarga yang bertujuan untuk membiasakan orangtua membacakan buku bersama anaknya untuk mempererat hubungan emosi antara anak dan orangtua, serta menumbuhkan minat dan budaya membaca anak sejak dini.

"Peran orangtua, khususnya ibu, dalam memancing ketertarikan anak untuk gemar membaca sangatlah besar, apalagi di zaman di mana gawai menjadi alat yang dianggap mudah untuk mengalihkan perhatian anak, diperlukan sebuah materi yang cukup bagus dalam memancing ketertarikan tersebut," tambah Roosien.

Dia berpendapat 'Tristan The Traveler' menjadi sebuah karya terobosan yang sangat baik, untuk menjadi rujukan menggalakkan kembali budaya baca anak-anak yang mulai menghilang saat ini, tentunya melalui metode yang tepat.

"Saya percaya bahwa seharusnya anak-anak Indonesia mendapatkan hak bertumbuh dan berkembang secara optimal. Dan melalui penerbitan buku 'Tristan The Traveler' maupun pengenalan metode ReadAloud kepada para ibu di Indonesia ini, akan menjadi salah satu kontribusi yang positif untuk meningkatkan kembali minat baca, khususnya buku bagi anak-anak di Indonesia," pungkas Susan. (RO/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya