DAERAH masih menunggu hasil verifikasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait dengan sekolah-sekolah yang diperbolehkan melaksanakan ujian nasional (UN) berbasiskan komputer (CBT) atau online/dalam jaringan (daring). "Iya, kami saat ini masih menunggu hasil verifikasi sekolah-sekolah mana saja yang akan diperbolehkan untuk menyelenggarakan UN secara online dari pemerintah pusat," ungkap Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung M Soleh kepada pers, di Pangkalpinang, Bangka Belitung, kemarin. Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung sendiri mengusulkan sembilan sekolah untuk melaksanakan UN secara daring. Kesembilan sekolah tersebut ialah SMK Negeri 1, SMK Yapensu, SMU 1 Pemali Sungailiat Bangka, SMK Yapento Toboali Bangka Selatan, SMK 1 Pangkalpinang, SMK 2 Pangkalpinang, SMU I Pangkalan Baru Bangka Tengah, SMK 1 Muntok Bangka Barat, serta SMK 1 Kelapa Kampit Belitung Timur.
Soleh menjelaskan hasil verifikasi sangat penting bagi sekolah-sekolah yang diusulkan tersebut terutama untuk kesiapan infrastruktur seperti komputer dan kesiapan mental psikologis siswa. "Karena itu, kami minta pemerintah pusat untuk segera memberikan hasil verifikasi agar sekolah bisa mempersiapkan UN secara daring ini lebih baik," tukas Soleh. Ujian secara online dan tulis untuk siswa SMA serta sederajat digelar pada 13-15 April, sedangkan UN untuk jenjang SMP sederajat digelar pada 4-7 Mei 2015. Kemendikbud nantinya hanya menunjuk sebanyak 500 sekolah dari seluruh Indonesia untuk menggelar UN secara daring. Sementara itu, dari Denpasar, Bali, hingga kemarin, pencetakan naskah soal UN SMA/MA dan SMK se-Provinsi Bali sudah rampung. Selanjutnya, soal akan didistribusikan ke sekolah-sekolah melalui dinas pendidikan pemuda dan olahraga kabupaten/kota. "Untuk saat ini, naskah soal UN itu masih tersimpan di PT Percetakan Bali dan dijaga ketat oleh petugas termasuk dari Inspektorat Kemendikbud," kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Bali Tjokorda Istri Agung Kusuma Wardani.