Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SELURUH
kampus terkemuka di lingkungan Muhammadiyah akan ikut menyukseskan rangkaian
kegiatan muktamar salah satu ormas Islam terbesar di Tanah Air itu.
Universitas Muhammadiyah
Prof Dr Hamka (Uhamka)
sebagai kampus pioner Muhammadiyah di Jakarta mendapat giliran menyelenggarakan
seminar Pramuktamar bertajuk "Kaderisasi dan Peran Kader
Muhammadiyah Dalam Dinamika Baru Kehdupan Umat dan Bangsa".
Acara yang dihelat di
kampus tersebut,di Pasar Rebo, Jakarta, hari ini, dipimpin Rektor Uhamka
Suyatno dan dihadiri Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Sekum PP
Muhammadiyah Abdul Mu`ti, mantan pimpinan KPK Busyro Muqoddas, dan pimpinan Angkatan
Muda Muhammadiyah dan lain-lain,termasuk pemerhati Muhammadiyah dari Jepang.
Dalam kesempatan itu Suyatno
mengemukakan tema kaderisasi merupakan hal krusial dalam tubuh organisasi
Muhammadiyah yang telah berusia seabad lebih itu.
"Bagi Muhammadiyah kedudukan kader amat penting dan strategis, bila tidak ada kader organisasi ini bisa lumpuh karena Muhammadiyah organisasi moderen yang terus mengikuti perubahan dan perkembangan zaman maka kadernya tidak sembarang kader," kata Suyatno kepada pers di sela-sela seminar tersebut.
Ia menegaskan
Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah dan sosial bersifat terbuka dan
moderen, mengikuti perubahan zaman. Sehingga kadernya harus
kuat,profesional mampu menghadapi tantangan luar biasa di era globalisasi
ini.Menurutnya, tantangan itu meliputi pertama,faham keagamaan dan
ideologi yang berkembang,disini kader muhammadiyah harus kuat dan istiqomah
mengawal umat jangan malah sebaliknya tidak mengawal Muhammadiyah
namun menyempal pada faham keagamaan tertentu dan aliran/ideologi lain
yang bertentangan dengan semangat Islam ke Indonesian dalam bingkai
NKRI.
Kedua, tantangan
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) yang semakin pesat.
"Kedua tantangan ini
semakin besar.Nah kader Muhammadiyah khususnya dilingkungan pendidikan harus
hadir dan menyiapkan kader yang tangguh menghadapi faham keagamaan dan iptek
tersebut,"tegasnya.
Hal senada dikemukana Din
Syamsuddin yang menegaskan kaderisasi di tubuh Muhammadiyah sebuah
keniscayaan. Dikatakan, Muhammadiyah yang sejatinya adalah gerakan harus
bergerak terus-menerus maka meniscayakan adanya kader hal yang mustahil.
"Saya kira Muhammadiyah bisa bertahan hingga melewati usia seabad karena ketersediaan kader-kadernya, generasi penerus. Jika gerakan tidak menyiapkannya,maka dalam 30 tahun organisasi akan hancur," pungkasnya. (Q-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved