Uhamka Ikut Sukseskan Muktamar Muhammadiyah

Syarief Oebaidillah
12/5/2015 00:00
Uhamka Ikut Sukseskan Muktamar Muhammadiyah
(Suyatno--(muhammadiyah))

SELURUH kampus terkemuka di lingkungan Muhammadiyah akan ikut menyukseskan rangkaian kegiatan muktamar salah satu  ormas Islam terbesar di Tanah Air itu.

Universitas Muhammadiyah Prof Dr  
Hamka (Uhamka) sebagai kampus pioner Muhammadiyah di Jakarta mendapat giliran menyelenggarakan seminar Pramuktamar bertajuk "Kaderisasi dan Peran Kader Muhammadiyah Dalam  Dinamika Baru Kehdupan Umat dan Bangsa".

Acara yang dihelat di kampus tersebut,di Pasar Rebo, Jakarta, hari ini, dipimpin Rektor Uhamka Suyatno dan dihadiri Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu`ti, mantan pimpinan KPK Busyro Muqoddas, dan pimpinan Angkatan Muda Muhammadiyah dan lain-lain,termasuk pemerhati Muhammadiyah dari Jepang.

Dalam kesempatan itu Suyatno mengemukakan tema kaderisasi merupakan hal krusial dalam tubuh organisasi Muhammadiyah yang telah berusia seabad lebih itu.

"Bagi Muhammadiyah kedudukan  kader amat penting dan strategis, bila tidak  ada kader organisasi  ini bisa lumpuh karena Muhammadiyah  organisasi  moderen yang  terus mengikuti perubahan dan perkembangan zaman maka kadernya tidak  sembarang kader," kata Suyatno kepada pers di sela-sela seminar tersebut.

Ia menegaskan Muhammadiyah sebagai  organisasi dakwah dan sosial bersifat terbuka dan moderen, mengikuti  perubahan zaman. Sehingga  kadernya harus kuat,profesional mampu menghadapi  tantangan luar biasa di era globalisasi ini.Menurutnya, tantangan itu meliputi  pertama,faham keagamaan dan ideologi yang berkembang,disini kader muhammadiyah harus kuat dan istiqomah mengawal umat jangan malah sebaliknya tidak  mengawal Muhammadiyah namun  menyempal pada faham keagamaan tertentu dan aliran/ideologi lain yang bertentangan dengan  semangat Islam ke Indonesian dalam bingkai  NKRI.
Kedua, tantangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) yang semakin pesat.

"Kedua tantangan ini semakin besar.Nah kader Muhammadiyah khususnya dilingkungan pendidikan harus hadir dan menyiapkan kader yang tangguh menghadapi faham keagamaan dan iptek tersebut,"tegasnya.

Hal senada dikemukana Din Syamsuddin yang menegaskan kaderisasi di tubuh Muhammadiyah sebuah keniscayaan. Dikatakan, Muhammadiyah yang sejatinya adalah gerakan harus  bergerak terus-menerus maka meniscayakan adanya kader hal yang mustahil.

"Saya  kira Muhammadiyah  bisa bertahan hingga melewati usia seabad karena  ketersediaan kader-kadernya, generasi penerus. Jika gerakan tidak menyiapkannya,maka dalam 30 tahun organisasi akan hancur," pungkasnya. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya