Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Pemasaran PT Bio Farma Sri Harsi Teteki mengatakan pihaknya terus mengupayakan sertifikasi halal vaksin Measles (M) dan Rubella (R) yang didistribusikan oleh Bio Farma dan digunakan di Indonesia.
"Bio Farma sangat concern dengan masalah halal. Sesuai aturannya registrasi sertifikasi halal harus dilakukan oleh produsen vaksin, dalam hal ini pabrik di India," kata Sri dalam keterangan tertulisnya.
Sri melanjutkan pada bulan November 2017 lalu tim Bio Farma sudah mengunjungi produsen vaksin MR di India serta menyampaikan bahwa sertifikasi halal merupakan hal yang diwajibkan oleh pemerintah Indonesia.
"Kami terus berkonsultasi dan berkordinasi dan membantu produsen vaksin MR serta berkomunikasi dengan MUI komisi fatwa untuk proses sertifikasi ini," tuturnya.
Sementara itu, Corporate Secretary Bio Farma Bambang Heriyanto menambahkan saat ini Bio Farma sudah mandiri untuk Vaksin Campak (Measles).
"Kami sedang dalam tahap pengembangan untuk vaksin kombinasi Measles dan Rubella (MR) dengan menggunakan bulk Rubella yang bekerjasama dengan partner kami ddan ditargetkan pada tahun 2020. Sementara itu untuk bulk Vaksin Rubella hasil riset Bio Farma sendiri kami harapkan siap pada tahun 2024," tandasnya.
Sementara itu, menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit(P2P) Kementerian Kesehatan RI Anung Sugihantono imunisasi MR akan dimulai serentak pada 1 Agustus sampai September 2018 pada bayi usia 9 bulan sampai anak usia 15 tahun.
"Target Sasaran di imunisasi sebanyak 31.963.154 juta di 28 provinsi di luar Pulau Jawa. Di 2017 sudah dilaksanakan di enam provinsi yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Banten, dan Daerah Istimewa Yogyakarta," ungkapnya.(OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved