Yura Yunita: Perempuan Harus Mandiri

Dhika Kusuma Winata
06/8/2018 01:50
Yura Yunita:  Perempuan Harus Mandiri
(dok. Pribadi)

PEREMPUAN harus bisa mandiri dan merdeka dalam memutuskan sikap serta tindakan. Begitu kata penyanyi dan pencipta lagu Yura Yunita, 27.

Ia mengatakan itu karena menurutnya banyak perempuan tidak bisa bangkit dari keterpurukan akibat tidak berani mengambil keputusan. Oleh karena itu, ia mengaku ingin selalu menyemangati kaum perempuan untuk bangkit melawan keterpurukan.

Keinginnnya itu pula yang menginspirasinya untuk meluncurkan single terbaru bertajuk Takkan Apa, baru-baru ini. Lagu yang mengiringi trailer film Aruna dan Lidahnya itu berkisah mengenai membangun semangat perempuan agar bisa memberikan keputusan terbaik secara mandiri.

"Insipirasi lagu dari luar sana karena saya lihat banyak perempuan belum bisa mengambil keputusan sendiri untuk dirinya. Lagu ini mengambil fenomena itu agar perempuan lebih berani mengambil keputusan," ujarnya ditemui seusai acara #KitaSupreme yang digelar P&G Indonesia di Jakarta, pekan lalu.

Yura mengatakan banyak perempuan yang belum berani mengambil keputusan terbaik untuk diri sendiri, antara lain hal sederhana, yakni dalam berhubungan dengan pasangan. Padahal, lanjutnya, ketidakmampuan mengambil keputusan itu sangat berpengaruh kepada hal-hal yang lebih besar.

"Menurut saya, kita perempuan harus berani mengungkapkan pendapat, bertindak, dan berbuat positif bagi lingkungan sekitarnya," kata perempuan kelahiran 9 Juni 1991 tersebut.

Sikap berani mengungkapkan pendapat itulah, ujar Yura, yang juga ia terapkan dalam kehidupan berkesenian. Bersama para musikus lintas generasi Yura fokus menyuarakan pentingnya negeri ini memiliki undang-undang yang mengatur dunia musik.

Pasalnya, tambah dia, profesi pemusik saat ini masih kurang diperhatikan negara. "Saya dan kawan-kawan musisi generasi muda turut menyuarakan pentingnya kita memiliki undang-undang musik. Itu penting banget karena kita sangat tertinggal," ucapnya dengan nada bersemangat.

Ia menyebut negeri jiran, Malaysia, yang telah lebih dulu memiliki aturan yang jelas tentang hak cipta untuk musik. Di negeri tersebut, royalti atas karya cipta seseorang yang diputar di radio dan tempat lainnya akan terus mengalir.

"Di sini, contohnya karya almarhum Chrisye yang hebat, tidak ada royalti yang jelas seperti itu," ucap Yura, menyebut contoh.

 

Dari panggung

Meski kerap menyuarakan hal itu di sejumlah kesempatan, Yura mengaku tidak tertarik terjun di dunia politik praktis. Misalnya mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Perempuan yang juga dikenal dengan nama Yunita Rahman itu merasa cukup menyuarakan aspirasi tersebut melalui panggung.

"Dengan saya menjadi penyanyi di panggung, itu kesempatan bagi saya untuk menyuarakan aspirasi teman-teman musisi," tuturnya.

Pelantun lagu Intuisi itu kini tengah mempersiapkan album keduanya. Proses persiapan album tersebut hampir mencapai 100%. "Sekarang sedang proses workshop. Album baru ini tinggal menanti waktu. Jadi, nantikanlah," katanya.

Menyambut album keduanya ini, Yura lebih dulu meluncurkan single Intuisi dan Harus Bahagia.   (H-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya