Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
JEMAAH haji Indonesia kini tidak perlu repot lagi untuk membayar dam (denda) sebagai konsekuensi berhaji tamattu (melaksanakan umrah terlebih dahulu setelah itu berhaji, red). Pasalnya, pihak Kantor Pos Arab Saudi akan membuka konter di 11 Sektor Daerah Kerja Mekah, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.
Demikian disampaikan Ketua PPIH Arab Saudi Ahmad Dumyathi Basori seusai pertemuan antara PPIH, Islamic Development Bank, dan Kantor Pos Arab Saudi di kantor Daker Mekah, kawasan Syisyah, Mekah, Jumat (4/8) malam.
“Alhamdulilah sudah disepakati bahwa pembayaran dam via konter Kantor Pos Arab Saudi di semua sector (11 sektor).Pembayaran dengan kupon senilai 475 real (setara Rp 1,9 juta/kurs 1 real=Rp 4.000). Hal ini menjawab pertanyaan Jemaah, di mana mereka membeli kupon dam,” kata Dumyathi.
Namun demikian, pihaknya masih menunggu surat dari pihak Kantor Pos Arab Saudi hari ini (Minggu, 5/8).
“Setelah menerima surat dari Kantor Pos Saudi, langsung kita bergerak melakukan sosialisasi ke Jemaah,” ungkapnya.
Pihak Kantor Pos, kata dia, akan menampung uang dam dari Jemaah, dan selanjutnya diserahkan ke IDB.
Saat ditanyakan apakah daging kambing yang sudah disembelih sebagai pembayaran dam bisa dikirim ke negara Indonesia, kata Dumyathi, kesempatan itu masih terbuka.
“Tapi, perlu ada MOU antara Pemerintah RI dengan IDB. Sudah banyak negara yang melakukan itu, ada 25 negara, seperti Afrika, Bangladesh, dan sebagainya,” pungkasnya.
Selama ini, pembayaram dam melalui empat pintu, yakni Jemaah menitip ke Kelompok BImbingan Ibadah Haji (KBIH), Jemaah membayar ke Bank Al Rajhi Arab Saudi, menitip ke mukimin (WNI yang tinggal di Saudi) dan mendatangi langsung pasar kambing di Kakiyah, Mekah. Jemaah membeli kambing langsung di pasar tersebut. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved