Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
NASKAH-naskah sejarah Indonesia masih banyak tersimpan di luar negeri. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan berupaya melakukan kerjasama dengan Arsip Nasional RI untuk mengembalikan naskah-naskah tersebut ke Indonesia.
"Mungkin ke depannya kami segara pikirkan untuk kerjasama dengan Arsip Nasional dan Perpusnas untuk membicarakan arsip-arsip kita yang di luar negeri karena itu tupoksi lembaga mereka," ujar Direktur Sejarah Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, Triana Wulandari ketika dihubungi, Minggu (5/8).
Selain itu, naskah-naskah sejarah di daerah juga masih banyak yang belum terdokumentasikan dengan baik, seperti naskah di Siak dan yang ditulis di daun lontar di Bali. Meskipun demikian, pihaknya tengah menjalankan program bibliografi anotasi, yakni memuat kajian atau ringkasan singkat dari beberapa buku maupun artikel yang berkaitan.
Sejauh ini yang sudah dikerjakan ialah bibliografi anotasi Ki Hadjar Dewantara, Agresi Belanda, dan untuk 2018 sedang dikerjakan bibliografi anotasi pendudukan Jepang, sejumlah tokoh seperti dokter Cipto Mangunkusumo serta Douwes Dekker.
Penerjemahan bahasa, imbuh Wulandari, menjadi kesulitan yang dihadapi oleh para peneliti dalam mendokumentasikan naskah-naskah di daerah. Cukup banyak naskah yang ditulis dalam bahasa Arab-Melayu, bahasa Sansekerta, dan Palawa.
"Ada bahasa Jepang kuno itu yang kadang perlu waktu dan perlu tim ahli dalam membaca dan mengkaji," tutur Wulandari.
Selain itu, ada juga naskah-naskah milik pribadi atau instansi yang dianggap sakral. "Atau instansi yang menganggap naskah tersebut rahasia," pungkasnya. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved