Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GUNA meningkatkan sumber daya manusia (SDM) bidang pertanian di Tanah Air, Pemerintah Indonesia menjalin kerja sama dengan Pemerintah Belanda melalui Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pertanian.
Di antaranya SMK Negeri 2 Subang, Jawa Barat, yang menjadi sekolah percontohan bidang pertanian, baik kurikulum, maupun tenaga ahlinya yang mendapat bantuan dari Pemerintah Belanda.
"Sekitar 70% kurikulum yang dikembangkan di SMKN 2 Subang ini mengadopsi penuh kurikulum pendidikan pertanian di Belanda," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat berkunjung ke SMKN 2 Subang, Jawa Barat, Sabtu (4/8).
Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Staf Kantor Kepresiden yang juga Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko, Direktur Nuffic Neso Indonesia Mervin Bakker, Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad, dan Direktur Pembinaan SMA Kemendikbud M Bakrun.
Kerja sama Indonesia dengan Belanda dalam pengembangan sekolah kejuruan bidang pertanian berjalan selama 3 tahun.
Muhadjir mengutarakan, program kerja sama itu merupakan upaya pemerintah untuk mendongkrak sektor pertanian di Indonesia, yang dimulai dari bangku pendidikan menengah. Kurikulum fokus pada empat prioritas utama.
"Pertama adalah agronomi, yakni ilmu budi daya, yang mencakup pertanahan, kepemilikan lahan, hingga pemupukan. Kedua, teknologi mekanisasi pertanian. Siswa diberi pengetahuan untuk menguasai teknologi dan alat-alat berat,” tuturnya.
Ditambahkan, siswa ditekankan pada teknologi pengolahan hasil. Dari keahlian itu, siswa SMK Pertanian diajarkan agrobisnis dengan tujuan memperoleh pengetahuan untuk menjadi pelaku bisnis di pertanian.
“Peminat SMK pertanian setiap tahun terus menurun. Generasi muda kita tak mau petani, karena melihat kondisi orang tua dan keluarganya yang serba kekurangan. Untuk itu, kurikulum pertanian kita ubah agar profesi petani lebih modern dan bergengsi," imbuh Mendikbud.
Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini melanjutkan, kerja sama dengan Belanda karena negeri kincir angin itu terkenal dengan sistem pertanian modernnya. Bahkan, Belanda menjadi pemasok atas dua pertiga kebutuhan pangan Eropa.
"Jadi tidak salah jika kita belajar pertanian ke Belanda," tandasnya.
Bakrun menambahkan, dalam kerja sama ini, Pemerintah Belanda yang diwakili Nuffic Nesso fokus pada dua SMK Pertanian yakni SMKN 2 Subang dan SMKN 5 Jember, Jawa Timur. Nuffic Nesso mengirim tenaga ahlinya pada kedua SMK tersebut, begitu pula guru-guru kedua SMK ini dikirim ke Belanda untuk pelatihan.
Dalam kesempatan sama, Moeldoko dih adapan ratusan siswa SMKN 2 Subang memberi semangat untuk belajar tekun menjadi generasi muda yang cinta Tanah Air melalui bidang pertanian.
"Kalian anak muda harus berdiri tegak untuk pertanian Indonesia. Yakinlah, dahulu kita punya keunggulan rempah dan kini kita punya keunggulan buah tropis," ujarnya.
Menurut Moeldoko, kelemahan petani Indonesia selama ini karena lemahnya pemahaman kemajuan teknologi dan manajemen pertanian. Karena itu, ia berharap para pelajar SMK pertanian mampu menguasai kedua hal tersebut.
Dia juga berharap kerja sama dengan Pemerintah Belanda ini dapat dimanfaatkan sebaik baiknya guna memajukan SDM pertanian Indonesia melalui SMK Pertanian. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved