PERTUMBUHAN kurang optimal yang dialami pada bayi di bawah lima tahun (balita) salah satunya dipicu oleh kurangnya pemenuhan gizi mikro atau mikronutrien. Ini biasanya terjadi lantaran minimnya asupan zat besi yang terdapat pada makanan pendamping ASI.
''Seharusnya setiap balita membutuhkan asupan zat besi berbeda-beda, sesuai dengan umur mereka,'' terang Dr Trevino Pakasi dari Divisi Kedokteran Keluarga Universitas Indonesia (UI) dalam media briefing Pentingnya Mikronutrien bagi Anak Usia Balita di Jakarta, Senin (11/5).
Ia mengatakan jumlah kebutuhan gizi mikro terutama zat besi untuk bayi berusia 7-11 bulan misanya sebesar 7 mg dan pada balita usia 1-3 tahun sebesar 8 mg.
Menurut dia, hingga usia 6 bulan zat besi memang masih bisa didapatkan melalui ASI ekslusif. Namun, setelah 6 bulan, ASI tak lagi cukup untuk memenuhi gizi mikro pada balita.
''Maka itu, Selanjutnya butuh tambahan asupan makanan pendamping ASI. Pemerintah sendiri menganjurkan asupan makanan pendamping ASI itu dari home made atau makanan buatan rumah,'' ungkapnya.
Dia menjelaskan sumber zat besi terbaik ada pada hewani seperti daging merah dan hati yang merupakan sumber yang sangat bagus sebagai makanan pendamping ASI. (Try/H-2)