FENOMENA perempuan berkarir di Indonesia tidak jarang mengundang aksi kejahatan, terutama saat perempuan berada di jalan. Seperti di Ibukota, tercatat jumlah kriminalitas mencapai 2.785 kasus termasuk yang melibatkan perempuan sebagai korban. Dewasa ini, mobilitas perempuan tak kalah sibuknya dengan kaum lelaki. Hal itu kerap dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya, disamping perempuan yang memang dianggap lemah.
"Alasan kenapa perempuan seringkali menjadi target kejahatan karena tidak sedikit yang abai terhadap perlunya kewaspadaan. Padahal, perempuan sangat rentan jadi target kejahatan," ujar Yuri Amadin, seniman bela diri sekaligus praktisi dan pelatih bisnis kehidupan bersertifikat di Jakarta, Kamis (7/5).
Ia mengatakan, banyak cara yang bisa digunakan oleh perempuan untuk menghindari tindak kejahatan. Semisal, membawa benda-benda yang dapat digunakan untuk melindungi diri dalam keadaan terdesak. Namun lebih dari itu, diperlukan sikap kehati-hatian dan memperhatikan lingkungan sekitar.
Faktanya, menurut Yuri, tidak sedikit perempuan yang memakai perhiasan serta membawa barang mewah saat menggunakan jasa angkutan umum. Padahal, hal itu justru bisa menjadi pemicu utama terjadinya tindak kriminal pada perempuan. Direktur Pemasaran dan Kemitraan GrabTaxi Indonesia Kiki Rizki menjelaskan, bahwa untuk menjamin keamanan perempuan bertransporasi umum, pengelola jasa harus juga memberikan fasilitas memadai. "Komitmen kami hadir memberikan solusi kenyamanan guna mengiringi kesibukan kaum urban pada umumnya. Salah satu upaya yang kami lakukan, yakni melakukan seleksi ketat terhadap calon pengemudi," pungkasnya. (Q-1)