RSPI Sulianti Saroso Diminta Fokus pada Riset

Cornelius Eko Susanto
07/5/2015 00:00
RSPI Sulianti Saroso Diminta Fokus pada Riset
(HERIYADI)
MENTERI Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek menginstruksikan agar Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Prof Dr Sulianti Saroso dijadikan sebagai pusat riset (research center) penyakit infeksi.

“Sayang kalau RS ini hanya fokus memberikan pelayanan. Padahal potensi untuk menjadi research center sangat besar,” ujar Menkes, disela peringatan Hari Ulang Tahun ke-21 RSPI Sulianti Saroso di Jakarta Utara, hari ini.

Menurut dia, jika prioritas kegiatan lebih diprioritaskan pada riset, walhasil sumbangsih RSPI Sulianti Saroso akan lebih besar. Pasalnya, melalui kegiatan riset yang dilakukan, akan menjadikan Indonesia menjadi negara unggul di bidang riset, produk farmasi dan layanan kesehatan bidang penyakit infeksi.

Terlebih, sebagai negara dengan iklim tropis, negara kita kaya akan berbagai jenis penyakit infeksi. Dari situ, virus atau bakteri penyebab infeksi bisa diteliti dan dijadikan sebagai bahan vaksin atau obat untuk menyembuhkan penyakit tersebut.

Sejauh ini, kata Menkes, RS ini memang tetap melakukan sejumlah riset untuk penyakit infeksi, khususnya pada jenis penyakit infeksi baru, seperti flu burung, ebola dan sebagainya. Namun, sayangnya kegiatan riset yang dilakukan masih terbatas.

Pada kasus flu burung misalnya, aktivitas riset yang dilakukan masih sebatas mengambil dan mengisolasi sampel virus, lalu mengirimkannya ke Badan Penilitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kemenkes.

Padahal, lanjut Menkes, kegiatan yang dilakukan oleh RSPI seharusnya bisa lebih dari itu. Misalnya dilakukan penelitian untuk menentukan apakah virus H5N1 penyebab flu burung sudah kembali bermutasi atau belum. Atau melakukan riset pengembangan vaksin dan sebagainya.

Lantaran untuk membangun pusat riset penyakit infeksi tidak mudah dan membutuhkan biaya dan SDM yang besar, sebagai tahap awal Menkes menyarankan agar RS ini mejalin kerja sama dengan universitas.

“RS ini mungkin bisa menjalin kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang juga tengah mengembangkan pusat riset,” saran dia.

Sementara itu, Direktur Utama RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Dr dr Fatmawati, MPH mengatakan, sebagai pusat rujukan penyakit infeksi di Indonesia, dalam memberikan pelayanan pada pasien, dilakukan dengan cara memanfaatkan hasil-hasil riset terbaru dari negara lain. (H-1)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya