WAKIL Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Farouk Muhammad mengingatkan kepada pemerintah vahwa masih banyak kesenjangan di daerah dalam kualitas dan pemerataan pendidikan.
Karena itu, proses percepatan dan pemerataan kualitas pendidikan di daerah harus terus didorong untuk menciptakan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif.
''Pendidikan nasional masih menyimpan banyak masalah, baik secara infrastruktur maupun dalam mekanisme dan proses pembelajaran. Namun semua itu tidak boleh menjadi hambatan dalam mewujudkan pendidikan yang merata secara kualitas di seluruh wilayah Indonesia,'' kata Farouk Muhammad melalui rilisnya, di Jakarta, kemarin.
Menurut Farouk,setiap tahun, alokasi dana pendidikan mendapat porsi cukup besar. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015 misalnya tercatat pemerintah mengalokasikan Rp404 triliun untuk anggaran pendidikan.
Adapun dalam sepuluh tahun terakhir anggaran pendidikan naik enam kali lipat dari Rp62,7 triliun menjadi Rp375,4 triliun. ''Namun, alokasi anggaran yang besar di APBN ternyata belum dapat berkontribusi maksimal dalam peningkatan mutu pendidikan di daerah. Masih saja kita temukan gedung sekolah yang kondisinya buruk, kualitas layanan pendidikan yang tidak optimal hingga fasilitas guru yang minim,'' ujarnya.
Karena itu, peraih gelar Doktor dari University of Florida Amerika Serikat (AS) itu menghimbau pemerintah untuk melakukan kebijakan serius dan terobosan kreatif dalam pengelolaan pendidikan nasional. (Bay/H-2)