Penikmat Alam Pencinta Diving

(FD/M-4)
02/8/2018 01:00
Penikmat Alam Pencinta Diving
(MI/Susanto)

INDONESIA punya sejuta destinasi yang tak ada habisnya untuk dijelajahi dari Sabang hingga Merauke. Bak serpihan surga, negeri ini menawarkan berbagai kekayaan alam dan budaya yang patut untuk dilestarikan. Joseph Aditya, 34, pun bersyukur dengan anugerah tersebut.

"Saya bersyukur tinggal di Indonesia karena alamnya indah sekali. Sayang banget jika kita cuma ke mal tidak menikmati keindahan pariwisata di Indonesia," kata CEO Ralali.com kepada Media Indonesia di Jakarta, Selasa (10/7).

Berbagai pujian atas keindahan Indonesia bahkan ia perolehnya dari rekan-rekannya di luar negeri. Hal itu membuat kecintaan laki-laki kelahiran Semarang, Jawa Tengah, terhadap Indonesia kian bertambah.

Untuk mengatasi rasa jenuh dan bosan terkungkung di antara deretan gedung di Jakarta, Aditya kerap menghabiskan waktu menikmati alam ke gunung dan pantai.

Bersama keluarga kecilnya, Aditya lebih suka menghabiskan liburannya di lokasi wisata bahari yang memiliki spot diving. Keseruan diving yang dilakukannya ternyata selaras dan bisa diterapkan dalam pekerjaannya dalam mengembangkan bisnis B2B Ralali.com.

"Saat diving, fokus bagaimana bisa bernapas di dalam air, tidak boleh panik. Artinya, sama dengan perusahaan. Nadi kita di perusahaan itu tentunya funding sebagai modal kerja, bagaimana modal kerja kita berusaha agar tidak panik dan tidak cepat habis tetapi tetap bertahan serta bisa lebih besar," pungkasnya.

Untuk menyalurkan hobinya itu, ia memilih lokasi diving di kawasan Indonesia bagian timur, seperti Bali dan Raja Ampat. Saat menikmati spot diving di Raja Ampat, kata Aditiya, ia mengaku pengalaman yang sangat berkesan dan ingin kembali lagi ke sana. "Masih banyak lokasi spot diving yang belum saya coba, tetapi saya lebih menikmati di kawasan Indonesia Timur," terangnya.

Aditya mengatakan, paling senang menikmati liburan tanpa diganggu urusan kerjaan. Pengalaman berlibur ke Raja Ampat menjadi idamannya karena sesuai dengan harapannya. "Pastinya tempat yang tidak ada internet, suka tidak suka yang tidak ada yang bisa hubungi kita. Karena tidak ada internet, jadi fokus menikmati alam. Under water sangat indah, tidak rusak sehingga bener-bener seperti surga," cetusnya.

Sisi positif lainnya, momen itu mampu mendekatkan keakrabannya dengan istri dan anak-anak. "Momen itu rasanya berharga, jika selama ini sibuk kerja, sibuk dengan handphone, tetapi jika di tempat itu seperti back to nature," lanjutnya.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya