Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGI bagi para personel The Sam Willows, berkunjung ke Indonesia ialah keseruan yang tak ada habisnya. Mulai dari asyiknya menyantap kuliner Nusantara, hingga menjelajahi destinasi wisata yang mengagumkan. Kelompok musik asal Singapura itu mengaku amat menikmati negeri ini, seperti rumah kedua mereka.
Ketika berbincang dengan Media Indonesia di Jakarta, pekan lalu, grup musik pop yang beranggotakan Narelle Kheng dan Benjamin Kheng (bersaudara) serta Jonathan Chua dan Sandra Riley Tang itu, menyambut riuh pertanyaan seputar pengalaman mereka menikmati kunjungan ke Indonesia.
"Kami merasa Indonesia seperti rumah sendiri. Mungkin karena faktor kedekatan dengan Singapura," tutur Jonathan.
Sebagai negara tetangga, menyambangi Indonesia bukanlah hal sulit. Mereka berkata berkunjung ke wilayah Tanah Air sedikitnya enam kali dalam satu tahun, baik untuk keperluan pekerjaan ataupun liburan.
Kedekatan geografis dan kultur membuat mereka mudah menikmati budaya di Indonesia. Mulai dari kuliner, interaksi warga, suasana kota, hingga tempat wisata.
"Kami bahkan sering banget melakukan perjalanan pulang-pergi ke Batam ataupun Bintan," ujar Narelle.
Sementara itu Benjamin bercerita dia baru saja menjelajahi wisata panjat tebing di daerah Jawa Barat. "Sangat banyak tempat wisata indah di sini," singkatnya seraya menambahkan martabak manis dan ayam pop sebagai makanan favorit The Sam Willows.
Banyak belajar
The Sam Willows berkunjung ke Jakarta dalam rangka promosi album terbaru bertajuk I Know But Where. Lagu-lagu dalam album kedua itu untuk pertama kalinya mereka bawakan di gelaran We The Fest 2018 beberapa saat lalu.
Di mata mereka, atmosfer dunia musik di Singapura dan Indonesia jauh berbeda. Singapura ialah negeri yang masih muda, sedangkan Indonesia memiliki sejarah musik yang jauh lebih panjang. Industri musik lebih mapan terbentuk di Indonesia.
"Di Singapura, musik sebenarnya belum bisa dijadikan pekerjaan penuh waktu sebelumnya. Baru beberapa tahun belakangan ini musik bisa dijadikan karier," kata Narelle.
Penikmat musik Tanah Air, bagi mereka, juga lebih antusias dalam menikmati musik ketimbang di Singapura.
"Sangat berbeda dari segi artis dan penikmat musik itu sendiri. Orang orang disini lebih tulus dalam menikmati musik. Itu yang banyak menjadi pelajaran bagi kami, misalnya bagaimana orang-orang di Indonesia menikmati dan mendukung musik," pungkas Jonathan. (H-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved