Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MAJELIS Dzikir Hubbul Wathon (MDHW) mendapat pujian dari ulama di tiga penjuru Indonesia karena konsisten menggelar zikir di Istana Merdeka setiap 1 Agustus. Kali ini, zikir di Istana Merdeka dihadiri sekitar 1.000 ulama, kiai, dan habib di seluruh Indonesia.
Hadir juga seluruh pimpinan pesantren dan pimpinan ormas Islam. Sekitar 2.000 jemaah dari berbagai majelis taklim dan majelis zikir di Jabodetabek juga hadir. Acara itu dihadiri oleh Presiden dan Wakil Presiden, menteri Kabinet Kerja, pimpinan partai politik dan pejabat tinggi negara.
Salah satu ulama yang memuji konsistensi zikir di Istana ialah KH Ali Maschan Moesa. Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Al-Husna, Jawa Timur, itu menyambut positif acara zikir dan doa untuk bangsa. Menurut dia, manusia akan mengingat penciptanya, Allah SWT, dengan zikir.
"Pada prinsipnya, zikir adalah cara kita (umat Islam) mengingat Allah. Ini sangat positif untuk dijadikan tradisi dan upaya membangun bangsa yang religius," ungkap Ali Maschan.
Selain Ali Maschan, Pimpinan Pondok Pesantren Asy Syafiiyah Nahdlatul Ulama, Alabio, Kalimantan Selatan, Tuan Guru Mualim KH Abdul Bari, juga mengapresiasi kegiatan zikir dan doa untuk bangsa tersebut.
"Secara peribadi saya mengapresiasi acara tersebut. Itu kan antara ulama dan umaro bersatu. Jika keduanya bersatu insya Allah segala urusan bangsa bisa teratasi," kata Tuan Guru Mualim Abdul Bari.
Senada dengan itu, ulama Aceh Tengku H Ismail A Rany juga mengatakan bahwa zikir di Istana perlu dilestarikan.
"Zikir di Istana patut dilestarikan. Hal itu merupakan bentuk sinergitas antara ulama dan umara. Keduanya perlu saling bahu membahu dalam pembangunan bangsa," kata Ismail.
Menurut Ismail, zikir dan doa bersama untuk bangsa merupakan bentuk keseimbangan negara dalam upaya pembangunan.
"Pembangunan fisik harus diimbangi dengan pembangunan nonfisik. Zikir merupakan bentuk pembangunan nonfisik itu. Zikir itu upaya batiniah negara untuk menciptakan ketenteraman, kedamaian, dan kesejahteraan. Apalagi, dilakukan di Agustus, bulan kemerdekaan. Ini pertanda baik," tambah Ismail.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar MDHW, Hery Haryanto Azumi, mengatakan, zikir dan doa untuk bangsa merupakan upaya negara mengetuk pintu langit guna menyukseskan agenda-agenda kebangsaan.
"Zikir dan doa untuk bangsa merupakan upaya mengetuk pintu langit, supaya segala agenda kebangsaan yang sedang kita hadapi dapat dengan mudah terselesaikan. Semoga ikhtiar kita dikabulkan oleh Allah SWT. Semoga acara hari ini berjalan lancar," kata Hery. (RO/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved