Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SALAH satu yang dicemaskan oleh para ibu menyusui ialah menurunnya produktivitas air susu ibu (ASI) pada saat harus memberikan ASI ekslusif.
Dr. dr. Ariani Dewi Widodo SpA (K) dari Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita menuturkan ada cara untuk mengembalikan suplai ASI disebut relaktasi. Dia mengatakan hal pertama yang harus dilakukan ibu dalam melakukan relaktasi pertama, terus coba memompa ASI dan memberikannya pada bayi, sebab produktivitas ASI akan terangsang dan meningkat ketika ibu lebih sering menyusui.
"ASI dikosongkan terus dengan memompa setiap 2 sampai tiga jam sekali," ujarnya dalam acara jumpa media seputar tantangan ASI ekslusif, lantasi dan peluncuran Anmum MumtoMum di Jakarta, Rabu (1/8).
Kedua, sambung Ariani, ibu dianjurkan untuk minum air putih yang banyak. Air putih, merupakan bahan baku untuk memproduksi ASI lebih baik. Ketiga, harus dipastikan ibu mendapat istirahat yang cukup. Kelelahan pada ibu menyusui, tutur Ariani, dapat menurunkan produktivitas ASI.
"Apabila diperlukan dapat diberikan suplemen dari dokter agar ASI bisa keluar banyak," tuturnya.
Selain faktor dari ibu, Ariani juga menganjurkan agar ibu senantiasa untuk mengecek alat pemompa ASI. "Cek pompa ASI berkurang atau tidak kekuatan vacumnya," ucap dia.
Hal yang terpenting dalam merangsang produktivitas ASI ialah dengan bonding (ikatan) antara ibu dan bayi saat menyusui langsung. Skin to skin sentuhan antara kulit ibu dan bayi dipercaya dapat memperlancar proses menyusui.
Oleh karena itu, Ariani menganjurkan juga diberikan pijat pada ibu. Pijatan, kata dia, dapat merangsang hormon oksitosin. Hormon tersebut dapat merangsang kontraksi otot pada payudara sehingga aliran ASI dapat keluar dengan lancar. (E-2)
"Terakhir dan penting sekali ialah dukungan orang sekitar. Ibu menyusui sangat membutuhkan support system, baik dari keluarga, teman kantor, dan lingkungannya," tutupnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved